"Kak, dua tahun. Selama dua tahun aku menyimpan rasa ini," jelas Karin. "Karin?" Aku berusaha mencegah Karin dengan menarik tangannya. Aku takut Karin mengungkapkan rasa cintanya pada Azka. "Kak Azka, aku mencintai Kakak selama ini. Aku yang terluka saat Kakak di sia-siakan oleh Mba Kania. Aku mencintai Kakak dan aku gak bisa melihat Kakak terluka terus oleh sikap dan sifat Mba Kania?" Karin menatapku tajam dan menarik tangannya dengan kasar. "Karin, kamu bicara apa? Aku adalah kakak iparmu saat ini?" Azka yang duduk di tempat tidur terus memandang ke arah Karin dan aku bergantian. "Iya aku tahu Kak, tapi aku jauh lebih bisa membahagiakan Kakak dari Mba Kania, aku mencintai kakak dan cintaku lebih besar dari apapun." Karin membuatku mengigit bibir bawahku sendiri, sampai tak terasa da

