Pov Raka. "Sama-sama Sayang....! sekarang kamu jangan bete lagi, kamu boleh meluapkan semuanya di buku itu," ujar Devina yang terlihat membalas Senyumku dengan senyum aneh yang menakutkan. Treng! treng! treng! Beruntung kala itu suara lonceng berbunyi, sehingga aku ada alasan untuk segera berpisah dengannya. "Devin Belnya sudah berbunyi, Ayo kita masuk ke kelas....!" ajaku sambil bangkit dari tempat duduk bersiap meninggalkan lorong. "Iya yah....! nggak kerasa Padahal kita ngobrol sudah hampir 15 menit, mungkin begitulah ketika kita mengobrol dengan orang yang kita sayangi. Rasanya waktu itu sangat sebentar." ujar Devina sambil mengikutiku bangkit, kemudian merapikan tali tas yang digendongnya. "Aku masuk dulu ya....!" "Iya Ka.....! hehehe," jawabnya sambil mengulum senyum, tanpa ber

