Pov Raka. "Bohong lu, gua nggak percaya dengan akal bulus laki-laki." elak Windy sambil kembali hendak memukul kepalaku menggunakan buku, namun dengan segera aku bangkit lalu keluar dari kelas. beruntung Windy tidak mengejarku sehingga aku bisa terbebas dari ancamannya. Wajahku terasa memanas, karena malu dituduh mengintip oleh orang lain padahal itu tidak sengaja. tapi aku baru pertama kali melakukan hal kurang ajar seperti itu, sehingga rasa kesal terhadap Devina semakin meningkat dan aku semakin meyakinkan tekadku bahwa menjauh dari Devina adalah pilihan yang tepat. Dari kejadian aku dihajar oleh Windy, aku bisa menyimpulkan bahwa ketika kita dikejar oleh mantan pacar dan sedang berada di kelas. bersembunyilah di bawah kolong meja, tapi pastikan meja itu tidak ada orangnya, karena ka

