Senja sudah tampil cantik dengan gaun yang sudah dirancang sendiri oleh Humaira, gaun cantik full body tanpa lengan dengan warna peach membuat Senja terlihat begitu anggun, menambah ke-ayuan dengan tatanan hairbun dan diberikan aksesoris warna emas dibagian sampingnya. Ditambah angggun lagi dengan high heels 5cm berwarna senada dengan gaun, membuat Senja terlihat begitu anggun.
"Sudah cantik!" Ucap MUA yang membantu merias wajah Senja, juga sekaligus menata rambut Senja.
"Terimakasih, Mba!" Ucap Senja dengan senyum manisnya.
"Kalau begitu saya permisi" pamit sang MUA.
Senja memperhatikan wajahnya dari pantulan cermin di depannya. Wanita itu memiringkan wajahnya melihat dari sisi kanan, dan juga kiri.
Penampilannya saat ini sungguh berbeda dari sebelumnya membuat Senja selalu tersenyum sendiri melihat kecantikan yang terpancar dari wajahnya ini.
"Cantik sekali aku!" Pujinya pada diri sendiri dengan senyum yang terus tersungging dari bibirnya.
Memang benar adanya, Senja terlihat begitu cantik sekali. Bukan hanya kaum adam yang akan terpesona melihat kecantikannya, tetapi kaum hawa pun akan merasa iri dengan kecantikan yang Senja miliki.
Hingga suara deheman membuat Senja mengalihkan perhatiannya, menolehkan wajahnya ke belakang melihat siapa orang yang sudah membuatnya terkejut.
Senja pun berdiri dan langsung membungkukkan badannya kala dirinya melihat sosok Arga.
"Kalau sudah selesai, ayok kita turun. Mami dan Papi sudah menunggu di bawah!" Ucap Arga dingin dan dengan kepatuhannya Senja pun melangkah mendekati Arga.
Mereka berjalan beriringan menuju aula hotel ini. Disaat keduanya berjalan Senja memberanikan diri untuk bertanya sesuatu kepada Arga.
"Pak Arga, apalah saya boleh bertanya?" Tanyanya dengan sedikit rasa takut.
"Hm!" Hanya deheman yang Senja dengar.
"Irit bicara sekali dia!" Batin Senja.
"Apakah nanti akan ada orang kantor di acara ini?" Lanjut Senja.
"Kenapa?" Tanya Arga singkat.
"Ya, saya hanya takut jika mereka akan berpikir yang tidak-tidak saja nantinya, jika melihat saya menjadi pendamping Pak Arga di acara ini!" Timpal Senja.
Arga menghentikan langkahnya lalu menatap wajah Senja. Membuat Senja pun menghentikan langkahnya dan menatap Arga.
"Kenapa kamu peduli sekali dengan pikiran orang lain?"
"Ya, karena bagi saya itu penting!" Sahut Senja.
"Akan ada para pemegang saham dan para Manager saja yang akan menghadiri acara ini"
"Manager Marketing, Pak Sihab pun menghadiri acara ini?" Tanya Senja dengan sedikit rasa panik.
"Maybe!" Sahut Arga.
Pria itu pun kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Senja yang tengah kebingungan. Bagaimana ini, dia tidak mau gosip tentang dirinya dan jug Arga semakin menyebar.
"Apa kau akan tetap berdiri disitu sampai acara selesai!" Teriak Arga yang sudah berada di ambang pintua dan melihat Senja yang masih berdiri di tempat mereka berbicara tadi.
Senja pun sedikit berlari menghampiri Arga yanh sudah hampir masuk ke aula.
Kini Arga dan Senja berjalan dengan tangan yang saling bergandengan. Mereka berjalan dan disambut oleh para tamu undangan yang hadir dalam acara malam ini dengan menundukan kepala sebagai tanda saling menghormati satu sama lain.
Senja merasa canggung sekali dengan kondisinya saat ini, karena dia tidak biasa menjadi pusat perhatian seperti ini. Apalagi saat orang-orang menundukkan kepala mereka, sungguh Senja sperti seorang putri yang baru saja tiba dan di sambut oleh para dayang-dayangnya.
Arga membawa Senja untuk menyapa Humaira dan Malik terlebih dahulu.
"Selamat ya Mi, Pi!" Ucap Arga seraya mencium pipi Humaira dan Malik bergantian.
"Terimakasih, Ga!"
"Putri cantik Mami!" Puji Humaira dengan wajah yang berbinar bahagia kala melihat Senja.
Senja pun memeluk Humaira dan mengucapkan selamat atas perayaan pernikahaan mereka yang ke 31 tahun ini.
"Selamat ya, Mi!" Ucap Senja pada Humaira.
"Terimakasih sayang! Semoga hubungan kamu dan Arga pun bisa segera menuju pelaminan!" Harap Humaira seraya memegangi kedua tangan Senja dengan senyum terlukis di wajahnya.
Seketika wajah Senja berubah menjadi terkejut juga senyum yang dia paksakan ketika mendengar apa yang Humaira katakan.
Senja menatap Arga yang hanya memasang wajah santai dan datarnya, tidak ada raut wajah keterkejutan dari Arga berbeda dengan Senja ketika mendengar apa yang Humaira katakan.
"Kamu jangan kemana-mana dahulu, tetap di samping Mami, oke sayang!" Pinta Humaira dan di angguki kepala serta senyum tipis Senja.
"Selamat malam semua!" Kata Malik membuka acara malam ini.
"Terimakasih banyak kepada para tamu undangan yang sudah menyempatkan waktunya untuk hadir pada acara malam ini, seperti yang kalian ketahui bahwa acara malam ini adalah anniversary pernikahan saya dengan istri tercinta saya!" Ujar Malik seraya memandang dan merangkul wajah sang istri.
"Saya bersyukur memiliki istri yang begitu cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi, juga wanita yang hebat yang mendampingi saya dari nol hingga saya bisa berada di titik saat ini. Saya benar-benar beruntung bisa memiliki wanita seperti dia!" Tutur Malik lalu memeluk sang istri yang juga membalas pelukannya.
Riuk tepuk tangan menggema di ruangan ini merasa ikut bahagia dengan apa yang dirasakan oleh kedua pasangan yang sudah tidak lagi muda tengah berbahagia ini.
"Dan, kami mempunyai satu pengumuman yang sangat-sangat membuat hati kami bahagia" kali ini Humaira yang membuka suaranya.
Humaira menarik lembut lengan Senja agar lebih dekat dengannya.
"Putra kami telah memiliki seorang kekasih, dan itu adalah kado terindah juga istimewa yang pernah kami terima. Kami meminta doa kepada para tamu yang hadir agar putra kami bisa memberikan kabar baik dalam waktu dekat!" Kata Humaira memberikan pengumuman mengenai Arga yang sudah memiliki kekasih.
Sontak apa yang Humaira lakukan membuat Senja terkejut bukan main, dia shock dengan apa yang Humaira katakan di depan kolega bisnis Tuan Malik dan tentunya ada sebagian dari mereka yang berasal dari kantor dimana Senja bekerja.
Humaira pun tersenyum lebar setelah memberikan pengumuman pada para tamu undangan.
"Mami senang sekali, dihari ulang tahun pernikahan Mami dan Papi ini, Arga membawa kamu untuk berada di tengah-tengah kita dan merayakan ini bersama!" Ungkap Humaira lalu memeluk Senja.
Sungguh perasaan bersalah menyelimuti hati Senja karena Humaira begitu tulus dengan dirinya, sedangkan hubungan dirinya dan Arga hanyalah sebuah kebohongan semata.
"Ya sudah, Mami tinggal dulu ya. Kamu nikmati pesta ini dengan Arga!" Kata Humaira, wanita paruh baya itu pun melangkahkan kakinya menghampiri para tamu undangan untuk menyapa mereka.
Senja mencari keberadaan Arga dia ingin membicarakan masalah ini dengan pria yang sudah menyeretnya masuk dalam kebohongan ini. Namun sejauh mata memandang, mencari ke setiap sudut Senja tidak menemukan sosok Arga berada di ruangan ini.
Hembusan nafas pun Senja keluarkan, lantas wanita itu berjalan menuju tempat yang lebih sepi nampaknya dia butuh waktu untuk menenangkan pikirannya mengenai ucapan Humaira tadi.
Di luar aula terdapat sebuah kolam renang, dan disisi sisi kolam terdapat kursi rotan yang menyerupai seperti sarang burung, Senja memilih untuk mendudukan dirinya di kursi rotan tersebut dengan memandangi air kolam renang yang begitu tenang.
**
Sementara itu Arga tengah berada di toilet, saat Humaira selesai dengan pengumumannya Arga segera melangkahkan kakinya menuju toilet, dia sudah tidak bisa menahannya lagi.
Setelah kembali dari toilet Arga mencari keberadaan Senja, wanita yang datang bersamanya dan berstatus sebagai kekasih palsunya itu. Bola mata Arga menelusuri setiap sudut aula ini, namun nihil, dirinya tidak menemui sosok yang tengah dia cari. Hingga seseorang memanggil namanya membuat Arga menolehkan wajahnya menatap seseorang yang memanggilnya.
"Selamat malam Pak Arga" sapa Pak Sihab, Manager Marketing yang mejadi penanggung jawab divisi Senja.
Arga menganggukkan kepalanya.
"Saya tidak tahu jika Senja dan Pak Arga memiliki hubungan, selamat dan semoga hubungan Pak Arga dan Senja bisa sampai ke jenjang yang lebih serius!" Ucap Sihab memberikan selamat kepada pimpinannya ini.
Arga tersenyum tipis. "Terimakasih!"
"Ah ya, Bapak sedang mencari Senja, tadi saya lihat Senja keluar dari aula menuju kolam renang" kata Sihab memberitahukan Arga dimana keberadaan Senja.
Arga menolehkan wajahnya melihat ke arah kolam renang. "Baik, terimakasih infonya Pak Sihab! Saya permisi" pamit Arga setelah sebelumnya mengatakan terimakasih pada Sihab.
Lalu berjalan menghampiri Senja yang tengah terduduk di atas kursi rotan ditepi kolam.
"Ehem" deheman Arga membuat Senja mendongakkan kepalanya menatap pelaku deheman.
Arga berjalan dengan kedua tangan yang dia masukan ke dalam saku celananya. Lalu mendudukan dirinya di kuri rotan yang sama dengan Senja.
"Kenapa disini?"
"Apa bisa kita beritahukan yang sesungguhnya kepada Pak Malik dan Bu Humaira tentang hubungan palsu kita, Pak?" Kata Senja.
Arga menolehkan wajahnya menatap wanita di sampingnya dengan satu alis yang terangkat.
"Saya tidak tega jika harus membohongi mereka, apa lagi dengan Ibu Humaira, dia terlihat nampak tulus dan berharap lebih dengan hubungan kita ini. Saya tidak mau membuat Ibu Humaira kecewa jika mengetahui hubungan kita yang sebenarnya" tutur Senja melanjutkan ucapannya.
Arga terdiam sejenak, sebelum pria itu menjawab Senja.
"Kita buat saja kebohongan itu menjadi nyata!" Ucapnya singkat membuat Senja membulatkan matanya, mendengar apa yang Arga katakan.
"Ma-maksud Pak Arga?" Tanya Senja bingung dan shock.
Arga hanya menyunggingkan satu sudut bibirnya, membuat Senja benar-benar bingung dibuatnya. Kenapa menjadi sepanjang dan serumit ini. Ditambah dengan ucapan Arga yang membuatnya semakin tidak bisa berpikir jernih.