“Nggak, kamu jangan tegang. Aku nggak kenapa-kenapa kok.” Cakra tidak percaya itu, mana mungkin jika tidak kenapa-kenapa ekspresi wajahnya seperti tadi, dia sudah mengenal sosok Cindy sangat lama, cukup mengerti jika dirinya sedang berbohong ataupun menutupi sesuatu darinya seperti sekarang. “Aku harus menyelesaikan sesuatu, apa kamu bisa membantu aku untuk naik ke atap rumah?” tanya Cindy kemudian. “Apa? Maksudnya bagaimana? Naik ke atas atap? Jangan aneh-aneh, Sayang.” “Nggak ada yang aneh-aneh, Cakra. Aku lagi serius, bantu aku. Setidaknya bantu untuk mengurangi rasa penasaran ini, jangan sampai aku terus-menerus penasaran,” cecar Cindy. Cakra sampai bingung harus menjawab apa, melarang pun rasanya tidak mungkin dia lakukan, pertengkaran sudah berlalu dan dilalui bersama selama ini

