“Jangan ... jangan mendekat, kamu harus tenang, bisa kita bicarakan baik-baik,” ucap Cindy, yang terus melanjutkan perjalanan. Tadinya, Cindy akan menghentikan mobil nya di pinggir jalan untuk mencegah perlakuan Sesil yang semakin nekat, tetapi setelah dipikir-pikir kembali, akan lebih leluasa bagi Sesil jika mobil nya berhenti. Apa yang harus aku lakukan? Jika aku diam saja, semuanya akan sangat kacau. Menghubungi pihak yang berwajib pun susah jika tak ada ponsel. Menggunakan cara lain, Cindy pun mengangguk mengerti pada pikirannya sendiri, menatap wanita itu dari kaca mobil, lalu melakukan aksi tersebut secara tiba-tiba, Sesil terpentok kaca mobil karena dengan sengaja Cindy telah membanting setir ke arah pohon tinggi. “Aih, sakit sekali kepalaku. Tapi, kalau nggak seperti ini, mana

