Mata Haris terpejam merasakan pijatan lembut Nisa pada kepalnya. Sejak tadi lelaki itu sudah membaringkan tubuhnya di sofa, dengan kepala yang di alasi paha Nisa. Haris sama sekali tak berniat untuk berganti posisi. Dia masih menikmati kenyamanan yang diberikan oleh sang istri. "Mas, apa saya boleh bertanya sesuatu?" tanya Nisa. Dia tahu Haris tidak benar-benar tidur. "Bertanyalah," jawab Haris dengan mata yang terpejam. "Apa Mas Haris sedang ada masalah lain?" tanya Nisa hati-hati. "Maaf jika saya lancang. Tapi saya lihat sejak tadi Mas Haris seperti sedang memikul beban." Haris mulai membuka matanya. Dia menatap mata indah Nisa tanpa beranjak dari pangkuannya. "Kamu benar Nisa. Memang ada sebuah masalah yang saya hadapi," akunya sambil menghela nafas berat. "Apa Mas Haris mau bercer

