Bintang Mahardika, itulah nama yang tersemat di nametag bapak dokter yang ganteng itu. Wajahnya sangat serius menjelaskan kondisi Safa yang pingsan kepada Dewa. Sesekali dia menjitak kepala Dewa. Dokter Bintang adalah kakak kandung Dewa Mahardika. Mereka adalah dua bersaudara dari keluaega Mahardika. Sesekali dokter Bintang masih menatap kesal pada Dewa. Dia berpikir bahwa gara gara Dewa, Safa pingsan.
"Jelaskan siapa Safa, kenapa kau yang membawanya kemari ?" Dewa baru mau menjelaskan tetapi dia teringat sesuatu. Tiba tiba Dewa menepuk jidatnya. Buru buru keluar tak menghiraukan sang kakak yang pasti sudah mengumpatnya. Dewa lupa kalau tadi dia ke rumah sakit dengan Ran. Dewa suka memanggil Randy dengan panggilan Ran. Terdengar sangat keren katanya.
"Ran... ."
Randy mendongak.Menatap sosok yang baru sebentar dikenalnya itu. Tetapi seakan sudah begitu lama saling mengenal.
"Apa mama baik-baik saja om?"
"Iya Ran, mamamu baik baik saja. Ayo kita lihat mama. Takutnya nanti mama saat bangun akan mencari Ran."
Ran tersenyum,menyambut uluran tangan om Dewa. Menggenggamnya erat.
Mereka berdua masuk ke ruangan di mana Safa masih terbaring.
"Salim dulu sama om Dokter."
Randy menurut. Mendekati Bintang dan mengucap salam.
"Assalamualaikum om dokter. Terimakasih om sudah merawat mama."
"Sama sama nak, apa mamamu sering pingsan?"
"Iya om, kadang mama batuk tapi berdarah." jawab Randy.
Bintang menghela nafas. Menatap Dewa seakan bertanya tentang Randy.
"Dia anaknya Safa. Nanti aku ceritakan.." Dewa memberikan jawaban atas rasa penasaran Bintang.
Tiba tiba mereka mendengar Safa merintih. Randy segera berbalik mendekati mamanya.
"Mama... Randy terisak pelan. Safa menatap Randy dan Dewa bergantian. Menatap sekelilingnya. Dan baru sadar dia ada di rumah sakit
Safa tersenyum. Mengelus rambut Randy.
"Mama baik baik saja. Jangan menangis"
Randy tambah menangis kencang memeluk mamanya. Safa meneteskan airmatanya. Menatap Dewa.
"Terimakasih mas." Nyesss.... seperti menemukan oase di gurun yang tandus. Dewa merasa sangat adem memdengar ucapan terimakasih dari Safa. Bukan ucapan terimakasihnya tapi panggilan kepadanya. Ingin rasanya Dewa meloncat kegirangan.