Lembaran Baru

583 Kata
Pramudya terlihat sangat kusut. Hari ini adalah sidang terakhir perceraiannya, tapi pramudya seperti tidak ada niatan untuk menghadirinya. Toh percuma saja,pihak pengadilan pasti mengabulkan gugatan Safa. Sungguh dia sangat menyesal sekarang. Bahkan di saat perceraian orang lain akan sibuk menuntut harta gono gini tapi Safa tidak sama sekali. Saat dipersidangan Safa dengan lancar menjawab bahwa dia tidak khawatir dengan rejeki karena Alloh pasti akan membukakan pintu rejeki untuk dirinya dan Randy. Safa juga memenangkan hak asuh anaknya karena selama ini Pramudya tidak pernah bersama Randy. Pukul 13.00 WIB. Hakim mengetok palu tanda mereka sudah resmi berpisah. Safa menghela nafas lega. Mengucap syukur dan mengucapkan terimakasih pada bapak hakim. Ada cairan asin yang menetes tanpa permisi dari sudut matanya. Seperti inikah rasanya? Menyandang gelar seorang janda. batin Safa sendu. Sakit yang tak berdarah. Harapan akan indahnya pernikahan harus terbakar habis oleh besarnya ego dan kurangnya komunikasi. Sungguh suatu hal yang sangat bodoh,mengingat begitu banyaknya pasangan yang sangat romantis ketika masih berpacaran tapi akhirnya kandas di tengah jalan ketika sudah menikah. Sejatinya dalam pernikahan pasti ada saatnya merasakan jenuh. Dan yang harus di lakukan adalah tetap bersama,tetap saling menggenggam. Bukan saling menyalahkan. Tak terasa sudah lima bulan Safa resmi bercerai dengan Pramudya. Selama lima bulan Pramudya tidak pernah menemui Safa lagi, bahkan tidak menemui Randy anaknya. Entahlah apa yang ada di benak Pramudya sampai dia tidak ada niatan untuk membicarakan biaya hidup Randy. Safa juga tidak mau ambil pusing. Dia sudah bekerja di sebuah toko pakaian milik Nona Anggi. AFashion. Dia fokus bekerja demi mencukupi kebutuhan hidupnya dengan Randy. Safa bekerja sangat keras. Jika musim hujan,dia kehujanan saat berangkat dan pulang. Ditemani motor matic keluaran 2005 yang sudah telihat butut karena catnya yang mengelupas di sana sini,membuatnya harus super hemat demi bisa menabung agar bisa membeli kendaraan yang lebih baik lagi. "Selamat pagi Re... " "Pagi juga Safa.. tumben kamu berangkat pagi pagi? Siapa yang anterin Randy ke sekolah?" Tanya Rere. Rere memang tahu cerita hidup Safa, karena mereka sudah bersahabat sejak lama. Rere juga yang mengajaknya bekerja di AFashion. "Aku gak enak kalo berangkat kesiangan,Randy udah bareng sama aku tadi." Safa meletakkan tasnya di lemari plastik di sudut ruangan dan langsung bergabung dengan Rere membereskan baju baju yang mau di display. "Wuiiiicch... bumud ini rajin sekali ya.. Bodoh banget Pram tidak peduli sama kamu dulu." ledek Rere. "Biasa aja keles.. aku bahkan sudah lupa bagaimana rasanya dulu waktu menikah dengan Pram,mungkin aku dulu melakukannya tanpa sadar." Safa menjawab dengan santai. Ya,walaupun di sudut hatinya tetaplah berdenyut nyeri. Sungguh Pram tak menyisakan sedikit rasa bahagia sama sekali. Bahkan kenangan yang seharusnya pernah indah sepertinya hanya kamuflase bagi Safa. "Eh Re,kamu tau gak pelanggan baru kita yang namanya Nafi. Dia itu yang setiap ada model baru selalu beli itu loh. Ya walaupun dia pesannya secara online sih. Tapi aku ingin bertemu sama dia loh. Dia kalau ngasih tips lumayan banyak. " "Oh yang kata bu Anggi meminta dilayanin oleh kamu terus. Tidak mau sama admin yang lain ya?" Rere menggoda Safa. "Ah itu mah bisanya Bu Anggi aja becandanya. " elak Safa. "Jangan jangan dia naksir kamu Fa," Safa tergelak. Baginya sekarang bukan waktunya memikirkan hubungan percintaan. Sungguh Safa bersyukur bisa bekerja di AFashion. Bosnya sangat ramah dan juga selalu memberikan bonus yang besar. Suasana kerja juga tidak tegang, bisa bercanda bersama kawan kawan barunya. Safa ingin menikmati kesendiriannya. Dia tidak ingin terbebani dengan hubungan percintaan yang rumit. Masa lalunya cukup membuatnya patah hati,dia tidak ingin mengulanginya lagi. Biarlah masalah jodoh urusan Tuhan. Kelak jika waktunya juga akan datang kepadanya. Batin Safa mantap.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN