Mencintai Dalam Diam

626 Kata
Pria kurus itu mematut dirinya di depan cermin. Sesekali tampak tersenyum sendiri menampilkan deretan gigi putihnya. Meskipun tubuhnya terlihat kurus tapi tidak mengurangi ketampanan wajahnya. Sorot matanya yang tajam menandakan bahwa dia seseorang yang tegas. Entah sudah keberapa kalinya dia mengganti bajunya. Hari ini dia merasa kurang pas saja memakai baju yang selama ini menjadi gaya berbusananya. Itu semua gara gara dia mau menemui wanita incarannya. Wanita yang sudah diam diam mencuri hatinya. Bahkan memandang wajahnya saja sudah membuat pria itu berdebar debar tak karuan. Membayangkan bibir tipis wanitanya,pipi chubby dengan lesung pipit yang setiap kali wanitanya tersenyum maka lesung pipit itu menambah kesan manis dan menggemaskan. Sungguh pria itu ingin sekali mengukung wanitanya. Tak melepaskan semalaman. Memenjarakan sang wanita dalam kamarnya agar tak ada yang menikmati senyum manis wanitanya. "Kak Haaaaan,buka pintunya." Suara gedoran pintu dan teriakan cempreng sang adik membuyarkan lamunannya. "Cieeeee.... kak Han mau kencan ya.. uluh uluh wanginya. Siapa sih cewek yang sedang apes mendapatkan pria culun kayak kaka?" Fitri menggoda kakanya,duduk di tepian ranjang. Melihat banyaknya baju yang berserakan Fitri yakin kakaknya sudah berusaha sangat maksimal untuk merubah penampilannya. Selama ini dia tak pernah melihat kakaknya se antusias ini. Apalagi sampai merubah penampilannya. "Ish kau ini Fit.. ada apa kemari.? kakaknya bertanya dengan sangat ketus. "Ayah mencari kakak,katanya ada yang mau diomongin. Kemarin Bulek Hasna baru saja dari sini dengan anak perempuannya,siapa namanya kak?" "Dewita.." "Ah iya.. Dewita... kata ayah mereka meminta kejelasan hubungan kalian yang memang sudah dijodohkan dari kalian kecil. Lagian Fitri heran deh, ini sudah jaman modern tapi masih ada perjodohan. Kayak gak laku saja." Han menghela nafas. Lelah. Ya dia sangat lelah dengan perjodohan ini. Dia tidak menyukai Dewita. Bagi Han Dewita hanyalah perempuan yang tidak punya harga diri. Memamerkan auratnya kemana mana. Berdandan sudah seperti ondel ondel. "Kaka lelah Fit,kakak sedang memperjuangkan wanita yang kakak cintai." Tak sengaja Han malah membocorkan apa yang sudah menjadi rahasianya selama ini. " Haaaahhh... Kakak juga bisa jatuh cinta?" Pletak.. Han.menjitak kepala adiknya. "Ish.. kakak apa apaan sih? kenalin dong kak.. biar bisa akrab gitu sama calon kaka ipar." "Kaka aja belum kenalan." "Jangan bilang kakak ketemu di sosmed,terus menjalin hubungan secara ghaib." "Gaklah Fit, kakak masih waras, kakak sudah tau orangnya, rumahnya,kebiasaanya. Kakak juga sudah berlangganan secara online baju-baju yang dijual di tokonya. Hanya saja... . "Hahaahahahahahahah... Kakak malu untuk menemuinya kan? Kakak insecure kan?" Fitri langsung memotong ucapan kakaknya sambil tertawa terbahak bahak. Han terdiam, malu mengakui bahwa dirinya memang tidak punya cukup keberanian untuk menemui pujaan hatinya. "Apa aku mengenalnya kak?" Fitri bertanya dengan mimik yang serius. "Iya... kamu bahkan sangat mengenalnya. Kamu juga langganan baju ke dia." Fitri menautkan alisnya. Mengingat teman temannya. "Jangan bilang wanita itu Kak Safa.. dia janda anak satu lo kak. Ayah tidak mungkin setuju... " akhirnya Fitri menebak dengan sangat tepat. Fitri pernah memergoki kakaknya yang senyum senyum sendiri membalas chat dari admin AFashion itu. "Tapi itu benar Fit... kakak menyukai Safa bahkan sebelum mereka resmi bercerai... Fitri membekap mulutnya tak percaya.. Bagi Fitri,kakaknya adalah lelaki yang sangat baik. Bahkan Fitri berharap kelak bisa mendapatkan suami yang seperti kakaknya. Sosok Han menurut Fitri adalah laki laki yang sabar dan bertanggun jawab. Fitri tidak tahu kenapa kakaknya bisa jatuh cinta pada mantan istri Pramudya. Laki laki yang dulu pernah membohonginya . Fitri merasa dipermainkan oleh takdir. Dulu Pramudya mendekati Fitri,mengaku sebagai bujangan. Nyatanya Pram sudah menikah dan punya seorang anak. Sekarang kakak kandungnya mencintai mantan istri Pramudya. Sungguh konyol. gumam Fitri lirih. "Apa kakak sudah janjian untuk bertemu?" Han menggeleng. Dia memang tidak janjian,dia sengaja ingin membuat pertemuannya dengan Safa se natural mungkin. Tidak terlihat seperti sudah direncanakan. Yang penting ketemu dan berkenalan. Itu yang dipikirkan Han. Dia ingin mendekati Safa secara langsung. Pelan namun pasti Han yakin bisa membuat Safa mencintainya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN