Permintaan

279 Kata
Dewa berjalan ke arah mobilnya. Diikuti oleh Safa. Dewa membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Safa untuk masuk. "Silahkan tuan putri.. " Safa berdecak kesal. Mengerucutkan bibirnya yang membuat Dewa ingin menariknya ke dalam pelukan. Dewa pun buru buru masuk dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. "Mas,tidak menculikku kan?" tanya Safa. Dewa tersenyum penuh arti. "Anggap saja aku menculikmu.Nanti aku akan meminta tebusan yang sangat malah agar kau tidak bisa kembali." Safa mendengus kesal. "Aku tidak sedang bercanda mas." Dewa terkekeh. "Ya enggak lah Fa,aku tadi kan sudah ijin sama Anggi." "Eh iya,mas kok kenal sama bu Anggi?" Safa menoleh ke arah Dewa menunggu laki laki itu menjawab rasa penasarannya. "Kenallah,dia itu istrinya kak Bintang." Ucap Dewa dengan sangat santai. Safa terkejut.Jadi selama ini aku kerja dengan kakak iparnya Dewa. Ah,betapa bodohnya aku. Tentu saja Safa menjadi merasa tidak enak hati dengan bu Anggi. Tapi Safa bukan wanita yang mengutamakan gengsinya,dia percaya dengan kemampuan dirinya. Dia malah bertekad ingin membuktikan kemampuan dirinya di depan keluarga Dewa. "Jangan jangan kalian berdua sering gosipin aku ya?" "Percaya diri banget kamu,yang ada aku diceramahin kalau curhat tentang kamu ke Anggi."Cibir Dewa. Sekarang gantian Safa yang tersenyum lebar. Entahlah dia merasa nyaman dengan Dewa. Dia tak perlu berpura pura kuat. Tak perlu jaga image karena Dewa juga tak pernah mempermasalahkan apapun yang ada pada diri Safa. "Fa,boleh aku bertanya?" "Tanya aja, gak bayar kok." Safa menjawab dengan cepat. "Ish kau ini,serius kenapa?" "Iya , mau tanya apa sih?" "Tadi kamu bertemu siapa? tanya Dewa pelan. Sejujurnya Dewa tak ingin ikut campur urusan Safa. Tapi melihat tatapan memuja dari mata laki laki lain pada Safa, juga sedikit paksaan yang dia dengar tadi membuatnya darahnya mendidih. "Dia itu Hannafi, langganan di toko bu Anggi. Kemarin waktu aku sakit bu Anggi yang menangani pesanannya. Eh dia mengajukan komplain. Dan yang dikomplainkan juga ga masuk akal. Seperti dibuat buat gitu." "Terus.." "Nah dia kan nge post di sosmednya kalau pelayanan di Afashion itu jelek. Ya,aku berusaha berdamai. Selama ini kan aku yang menangani pesanannya dia." Tanpa sadar Dewa mencengkeram kemudi dengan sangat erat. Dadanya bergemuruh dengan hebat. "Apa kau sering bertemu dengannya?" "Baru sekali ini mas,selama ini kita cuma chat aja kalau pas dia pesan gitu. Sebenarnya sudah agak lama aku ingin menemuinya." "Kenapa?" "Karena dia sering mengirimkan bonus yang lumayan banyak setiap habis belanja." Mendengar itu Dewa mengerem mendadak. Sungguh emosinya semakin naik. Ingin marah tapi takut Safa akan menjauh. Sabar Dewa. "Ada apa mas? kenapa berhenti mendadak?" "Aku punya satu permintaan padamu." Hay para pembaca yang budiman. Terimakasih masih setia membaca cerita ini. Semoga menghibur. Kalau ada yang mau kasih saran bisa langsung koment aja ya. Terimakasih.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN