“tetapi kan Kay, kita disini untuk membicarakan tentang itu.” Ucap Edgar sembari meneguk jus jeruknya.
“aku sedang tidak ingin memikirkan itu, Ed.” Ucap Kay yang di angguki oleh Ed, akhirnya mereka pun hanya berdiam diri disana dengan memikirkan masalahnya masing-masing.
Setelah hari itu, Kay menjadi orang yang lebih banyak diam, tidak seperti biasanya yang sangat ceria. Tidak adanya Ad sangat berpengaruh terhadap Kay sekarang.
“Kay makanlah.” Ucap Edgar yang menyodorkan sesendok bubur kepada Kay, tetapi Kay tidak berkutik sama sekali.
“kau harus makan agar cepat sembuh Kay, agar kau ceria kembali seperti saat aku pertama mengenalmu.” Ucap Edgar dengan senyumnya.
Kay yang mendengar itu lantas tersenyum dan memakan bubur pemberian Ed tersebut, di masa sekarang hanya Ed lah yang mengerti bagaimana keadaannya.
Setelah memastikan Kay meminum obatnya, Ed pun segera melancarkan aksinya. “aku ada urusan sebentar Kay, aku akan kembali.” Ucap Ed kemudian mengecup kening Kay singkat dan pergi meninggalkan Kay untuk menuju ke kantor Ad.
Ketika sampai di kantor, Ed pun terheran ketika ia tidak menemukan Ad di kantor. “kemana Ad?” tanya Ed kepada Jack.
Jack pun mengerutkan keningnya. “Ad ada di ruangannya, dengan nona Nesya.” Ucap Jack.
Ed pun membulatkan matanya tidak percaya, dimana Ad sekarang? Ia pun baru mengingat jika ruang kerja Ad mempunyai kamar yang sedikit kedap suara, lantas ia pun segera kembali ke ruangan Ad dan mengetuk pintu kamarnya dengan keras. “WHAT ARE YOU DOING IN THERE!” Teriak Ed saat dirinya mendengar suara aneh dari dalam kamar tersebut.
“ADRIAN f**k YOU!! DAMN!” Teriak Ed lagi sebelum keluar dari ruangan kerja Ad. Ed keluar dari ruangan Ad dengan mua yang sudah memerah, Jack pun melihat itu. Ed segera pergi dari kantor Ad dan kembali ke apartemen Kay.
Sesampainya di apartemen, Ed pun masuk dan segera memeluk Kay, sangat erat. “hey what’s wrong with you?” tanya Kay saat mendapati Ed yang memeluknya begitu erat.
Ed pun menggelengkan kepalanya di dalam pelukannya bersama Kay. Setelah melepaskan pelukannya Ed pun memberanikan diri untuk bertanya pada Kay.
“Kay aku ingin bertanya padamu.” Ucap Ed dengan menatap iris mata Kay. Kay yang mendengar itupun lantas menganggukkan kepalanya.
“apa yang kau lakukan jika mengetahui kalau orang yang kau cintai selingkuh?” tanya Ed begitu natural kepada Kay.
Kay pun lantas terkekeh karena pertanyaan Ed. “kau di selingkuhi Ed?” tanya Kay sembari terkekeh.
“ayolah Kay, jawab. Aku sangat butuh jawabanmu saat ini.” Ucap Ed merengek pada Kay.
Kay pun memandang ke arah langit-langit kamarnya. “jika aku mengetahui bahwa orang yang aku cintai selingkuh, aku hanya bisa mengikhlaskannya. Jika itu yang terbaik, aku bisa apa? Aku tidak akan memaksakan orang yang aku cintai harus tetap tinggal bersamaku, ia juga punya pilihannya sendiri. Ketika itu jalan yang terbaik, aku sebisa mungkin akan merelakannya walau akhirnya aku akan menangis juga.” Ucap Kay dengan mata yang berkaca-kaca.
“Kau memang idaman Kay.” Ucap Ed sembari tersenyum miris.
Kay pun menatap Ed dengan penasaran. “kau ini mengapa bertanya seperti itu?” tanya Kay.
“aku hanya ingin tau bagaimana aku harus bersikap ketika aku mendapatkan masalah seperti itu Kay.” Ucap Ed yang di angguki oleh Kay.
“baiklah, aku mengerti.” Ucap Kay.
Mereka pun kembali berbincang-bincang, tertawa, membahas hala aneh dan lainya. “oh iya Kay aku mau memberitahumu sesuatu.” Ucap Ed. Kay pun mengerutkan keningnya.
“tiga hari lagi A Corp akan mengadakan acara besar memperingati ulang tahun A corp, kau mau tidak kesana bersamaku?” tanya Ed dengan hati-hati.
Kay pun sedikit memikirkan tawaran ini. “kalau kau tidak mau tidak apa-apa Kay, jangan memakasakan dirimu.” Ucap Ed.
Kay berpikir ketika ia menolak tawaran Ed, Ed sudah terlalu banyak membantunya, Ed selalu ada untuknya, ketika Ed memintan bantuan ia menolaknya. “aku mau Ed.” Ucap Kay dengan senyum simpulnya.
“kau serius? Kau tak apa?” tanya Ed dengan khawatir.
“memangnya aku kenapa, sepertinya kau sangat menghawatirkanku?” tanya Kay dengan memandang aneh ke arah Ed. Ed pun segera menggelengkan kepalanya. “bukan apa-apa Kay.” Ucap Ed.
...
Besok adalah hari besar A corp, terlihat semuanya sibuk di kantor ini, tak terkecuali Adrian. “bisakah kau berhenti mengangguku!?” bentak Ad pada Nesya, wanita itu belakangan ini setiap hari datang ke kantornya dan menawarkan harga dirinya Cuma-Cuma kepada Ad.
“aku tidak bisa, bukannya dulu kau senang sekali ku ganggu Ad?” tanya Nesya sembari mengangkat kedua alisnya.
Ad membuang napas kasar. “bisakah kau pergi dari ruangan ini? Aku harus bekerja, besok adalah hari ulang tahun perusahaan. Aku sebisa mungkin menyusun yang terbaik, jadi bisakah kau jangan mengangguku dan pergi dari hadapanku?” tanya Ad, kesabarannya telah habis saat ini juga.
“baiklah, sampai jumpa besok, sayang.” Ucap Nesya. Sebelum meninggalkan ruangan Ad, ia meninggalkan satu kecupan di bibir Ad dengan lipstik merahnya. Ad hanya bisa membuang napasnya kasar berkali-kali dan segera mengusap bibirnya menggunakan tisu.
“Aku lebih menyukai jika kau yang melakukannya Kay, aku merindukanmu, sayang. Apakah kau masih membenciku?” tanyanya lirih.
Jika kalian pikir Ad akan lebih tenang dan bahagia saat tidak bersama Kay, itu salah besar. Ad sampai kadang keliru membedakan orang lain dan Kay karena di bayangannya hanya ada Kay, Kay, dan Kay.
“I miss you Kay.” Ucap Ad lirih sembari memandang bingkai poto Kay yang ada di mejanya. Ia terlalu takut untuk menemui Kay, ia takut bahwa Kay masih akan membencinya dan tidak ingin bertemu dengannya, jadi ia sebisa mungkin menahan rindu ini untuk waktu yang belum bisa di tentukan.
Ia ingin memeluk Kay, mendekapnya dan menciumnya, tetapi apalah dayanya sekarang. Kay juga tidak mau bertemu dengannya. Kay terlalu marah padanya.
Kay dan Ed sekarang berada di sebuah pusat perbelanjaan yang ada di jantung kota, mereka sedang memilih pakaian untuk Kay, untuk di kenakan Kay besok ke acara perusahaan. Ini semua inisiatif Edgar, tiba-tiba Edgar menemuinya dan langsung mengajaknya kesini.
“kau suka warna apa Kay?” tanya Ed yang sedang memilih gaun pesta disana.
“aku suka semua warna Ed.” Ucap Kay sembari melihat-lihat gaun pesta yang lainnya.
Ed pun menghampiri Kay yang sedang melihat gaun berwarna CHIC pink. “bagaimana kalau kau mencoba itu Kay?” tanya Edgar menunjuk pada gaun yang sedang di pegang oleh Kay.
Kay pun mengangguk dan mengambil gaun itu kemudian pergi ke ruang ganti. Setelah beberapa menit, Kay pun keluar dari ruang ganti yang membuat Edgar seketika terpanah akan kecantikan Kay
“kau sangat cantik Kay.” Ucap Edgar sembari menghampiri Kay dengan pandangan kagumnya.
Kay pun tersipu malu. “terimakasih.” Ucapnya kemudian Kay kembali ke ruang ganti lagi untuk mengganti bajunya ke semula. Setelah itu merekaa langsung mengambil gaun itu. Dan ternyata gaun itu lengkap dengan sepatunya, sepasang.
Setelah mendapatkan dress yang pas, Kay pun di ajak menuju salon kecantikan yang ada di mall ini, Kay pun tidak tau apa yang di katakan oleh Ed kepada pelayan disini, hari ini ia sangat di manjakan oleh Edgar dengan segala perhatiannya.
Setelah keluar dari salon, Kay pun merasakan bahwa tampilannya berbedaa seklai, terbukti dengan rambut baru yang terlihat sangat rapih, kuku-kukunya yang di cat sehingga mengkilap dan wajahnya yang licin bak jok motor yang habis di cuci.
“terimakasih Ed, aku sangat bahagia hari ini.” Ucap Kay ketika merekaa sedang duduk di salah satu restoran jepang dan sedang mennunggu makanan mereka di sajikan.
“itu bukan apa-apa Kay.” Ucap Edgar. “itu permintaan maafku atas apa yang kakakku lakukan Kay.” Ucap Ed di dalam hatinya.
Mereka pun memakan sushi, sashimi, dengan minum segelas air putih. Kemudian setelah itu mereka pun memilih kembali ke apartemen Kay karena mereka sudah cukup lelah hari ini.
“jangan lupa besok Kay, aku akan menjemputmu.” Ucap Edgar sebelum ia pergi dari apartemen Kay karena waktu menunjukkan hampir malam hari, Kay pun mengangguk atas ucapan Ed.
Kay duduk di sofa ruang Tv, ia menghembuskan napasnya kasar, hari ini lelah sekali tapi ia sangat senang. Setelah beberapa menit duduk, ia pun kemudian bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diirinya dan tidur agar besok ia cukup tenanga untuk menghadapi kehidupan dan bertemu lagi dengan Ad.
...
Pagi-pagi sekitar jam lima pagi, Kay pun telah bangun dari tidurnya, ia segera bangkit dari tidurnya dan segera membersihkan dirinya, setelah itu pun ia memilih untuk membuat sandwitch terlebih dahulu untuk dirinya dan Edgar nanti. Setelah selesai makan, barulah ia mengganti handuk kimononya dengan dress yang kemarin Edgar belikan untuknya, dan ia pun segera duduk di meja riasnya untuk mengeringkan rambutnya, merias wajahnya dan merias rambutnya.
Sekarang waktu menunjukkan pukul tujuh kkurang sepuluh menit, Edgar pun sudah terdengar memencet bell apartemennya, jadi Kay pun bangkit dan membukakan pintu untuk Ed terlebih dahulu sebelum ia melanjutkan riasan rambutnya yang hampir jadi.
“kau cantik sekali Kay.” Ucap Edgar ketika Kay membukakan pintu untuknya.
“jangan memujiku dulu, ini belum selesai.” Ucap Kay sembari terkekeh.
Kay pun mempersilahkan Ed untuk duduk dan menunggunya sembari menyiapkannya sebuah sandwitch di piring dan membawakannya segelas air putih.
“aku tau kau pasti belum makan, makanlah.” Ucap Kay sembari menghidangkan sepiring sandwitch itu kepada Ed.
Ed pun kegirangan karna ia merasa bahwa Kay begitu memperdulikannya. “kau tau Kay? Teimakasih.” Ucap Ed.
Kay pun mengangguk dan kembali merias dirinya, beberapa menit kemudian, Kay pun menemui Ed lengkap dengan high heelsnya, dan riasan yang sempurna.
“bagaimana aku hari ini?” tanya Kay kepada Ed di depan Ed.
“you’re so perfect.” Ucap Ed jujur.
Kay pun tertawa karena wajah Ed yang menurutnya berlebihan memujinya. “ayo berangkat sebelum terlambat.” Ucap Kay kepada Ed.
Ed pun mengangguk, setelah Kay menaruh piring tadi, Kay pun segera berjalan bersama Ed untuk menuju perusahaan A corp menggunakan mobil Ed.
Sesampainya disana, mereka pun turun dari mobil, Kay melihat bahwa perusahaan ini sangat-sangat ramai sekali, dan mobil-mobil di parkiran perusahaan ini pun sangat asing, pastilah banyak kolega-kolega yang datang untuk menyaksikan acara ini.
“aku takut Ed.” Ucap Kay tiba-tibaa saat mereka berjalan memasuki A corp.
“tenanglah, tidak apa, ada aku.” Ucapnya sembari menggenggam tangan Kay.
Saat mereka memasuki tempat dimana acara ini dilaksanakan, sebagian pandangan orang-orang mengarah ke arah Kay dan Ed yang baru saja tiba, terlebih lagi karena mereka bergandengan tangan. Rata-rata mereka menatapnya dengan tatapan bingung dan aneh, setelah Kay di kabarkan berpacaran dengan Adrian kenapa sekarang Kay bersama Edgar yang jelas-jelas adik Adrian.
“ayo Kay.” Ucap Ed membawa Kay ke arah ayahnya dan ibunya yang sedang berbincang bersama orang lain disana.
“mah, pah, kenalkan.” Ucap Edgar begitu saj kepada orang tuanya, ia tidak tau bahwa jantung Kay hampir saja copot gara-gara mendengar Edgar yang mengatakan itu tanpa beban.
“halo pak, bu.” Ucap Kay sangat kaku dan canggung. Akibatnya Kay pun di tatap sinis oleh orang tua Ed.
“Ed, mamah ingin berbicara denganmu.” Ucap Rossa kepada Ed yang di angguki oleh Ed. Kemudian Ed pun membisikkan sesuatu kepada Kay yang di angguki oleh Kay.
Kay pun sedikit menjauh dari mereka, dan dari kerumunan orang-orang yang ada disini. Ia tidak sadar bahwa sedari tadi ada yang memerhatikannya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
Kay pun berjalan ke belakang, diamana tempat itu sepi, tetai tiba-tiba seseorang menhampirinya yang membuat jantung Kay berdetak lebih cepat.
“hay, apa kabar.” Ucapnya.
Kay berusaha menahan mati-matian keterkejutannya, dan menampilkan ekspresi se tenang mungkin. “baik.” Jawab Kay singkat dengan senyum simpulnya.
“kau disini bersama siapa?” tanya nya basa-basi, padahal ia sudah tau bahwa Kay kesini bersama adiknya, Edgar.
“oh, aku bersama Edgar.” Ucap Kay.
“iya, dia bersamaku kak.” Ucap Edgar yang entah datang darimana dan langsung merangkulnya, melatakkan lengannya di bahu Kay, Kay berusaha terlihat biasa saja sekarang walaupun sebenarnya ia sudah sangat takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Ad tiba-tiba berjalan ke arah Kay dan membisikkan sesuatu ke telinga kanan Kay, karena di samping kirinya terdapat Ed. “kau sangat cantik hari ini, aku merindukanmu.” Bisik Ad tepat di telinga Kay yang membuat Kay merinding seketika.
Kemudian setelah itu Ad pun kembali ke semula. “baiklah, maaf aku menganggu kalian. Semoga hubungan kalian tetap berjalan baik, aku pergi dulu.” Ucap Ad.
“baik, terimakasih kak.” Ucap Ed senang.
Setelah kepergian kakaknya, Ed pun melepaskan rangkulannya terhadap Kay, ia pun membuang napasnya kasar. “huftttt... untung saja.” Ucap Edgar lega.
“kakak ku mengatakan apa?” tanya Ed penasaran. Kay pun menggelengkan kepalanya. “tidak ada.” Ucap Kay kemudian berjalan menuju mejaa yang telah di sediakan bagi para tamu dan meninggalkan Ed.
“Kay tunggu.” Ucap Ed kemudian menyusul Kay.