“aku hanya lelah.” Ucap Kay lirih.
Ad berjalan menuju ke arah Kay, “kalau kau lelah, kau boleh istirahat di kamar kantorku atau kau bisa pulang.” Ucap Ad yang menghawatirkan kondisi kesehatan Kay.
Kay hanya menggelengkan kepalanya, ia menenggelamkan wajahnya di kedua lipatan tangaannya.
“apa kau sakit?” tanya Ad sembari mengelus rambut panjang Kay, Kay lagi-lagi menggeleng sebagai sebuah jawaban.
“aku akan membuatkanmu teh hangat, tunggu.” Setelah mengucapkan itu Ad pergi untuk membuatkan teh hangat untuk Kay.
“ini, minumlah.” Ucap Ad.
Kay pun mengangkat wajahnya dan meminum teh yang telah di buatkan oleh Ad, perasaannya lebih baik setelah meminum teh itu.
“bagaimana? Enak?” tanya Ad yang di angguki oleh Kay.
Tiba-tiba sebuah dering telepon mengagetkannya. “sebentar ya Kay.” Ucap Ad kepada Kay yang di angguki oleh Kay.
Adrian menjauh untuk mengangkat teleponnya, dikarenakan ayahnya lah yang meneleponnya sekarang.
“ada apa pah?” tanya nya dalam telepon.
“baik, aku akan segera pulang.” Ucap Ad sebelum menutup sambungan teleponnya dan kembali menemui Kay.
“kay, aku ada urusan sebentar, jika aku belum kembali, Jack yang akan mengantarkanmu pulang, aku melarang keras kau pulang sendirian. Kau mengerti?” tanya Ad yang di angguki oleh Kay.
Setelah itu Ad terburu-buru untuk pergi, entah kenapa kepergian Ad membuatnya sedikit penasaran, kemana pria itu pergi? Tidak mau memikirkannya akhirnya Kay menemui Jack yang kebetulan dekat dengan ruangan Ad karna Jack adalah sekretarisnya.
“Jack, kau sibuk tidak? aku ingin menanyakan sesuatu padamu.” Ucap Kay tiba-tiba.
“tidak, mau tanya apa?” tanya Jack.
“beritaku dan Ad tadi pagi apakah sangat mempengaruhi perusahaan ini?” tanya Kay dengan lirih.
“tentu Kay, itu..... oh tidak Kay, beritanya pasti berlalu, apalagi direktur sudah menjelaskan kepada media kan.” Ucap Jack menenangkan Kay karna ia tau bahwa Kay pasti merasa bersalah atas hal ini. Hampir saja ia keceplosan untuk melanjutkan pembicaraannya tadi.
“baiklah Jack, terimakasih. Aku merasa sedikit lega mendengar informasi darimu, aku akan kembali bekerja.” Ucap Kay yang mendapat senyuman dari jack.
Akhirnya Kay kembali ke ruangannya, dan mengerjakan tugasnya, menjadi asisten bukan tidak mempunayi tugas, lagi pula sekarang ia bisa menggunakan macbook karna Ad yang mengajarinya.
...
“ada apa memanggilku, pa?” tanya Ad saat ia kebali ke rumahnya dan menemui papahnya.
“kau ini apa-apaan Ad, mengatakan bahwa asistenmu itu pacarmu. Pacamu itu adalah Nesya dan kalian akan segera menikah. Kau tidak lupa itu kan?” tanya papahnya dengan sangat marah.
“pah, aku ini sudah dewasa, aku bisa menentukan mana yang baik dan mana yang buruk, dan aku tidak mau menikah dengan Nesya pah.” Bantah Ad.
“kau tidak dapat menolak perjodohanmu Ad. Pernikahan kalian akan segera di laksanakan. Lagi pula asisten mu itu tidak pantas untukmu, yang pantas untukmu adalah Nesya. Keputusan papah sudah bulat Ad.” Ucap papahnya.
“Ad tidak mau pah, Ad punya kehidupan sendiri, Ad tidak mau dengan Nesya.” Ucap Ad tetap kekeuh pada pendiriannya.
“Terserah kau, sekarang kau boleh pergi.” Ucap Lucas kepada putra pertamanya tersebut.
Ad melangkahkan kakinya keluar dari rumah megah tersebut. Ia tau bahwa ia dalam bahaya, ketika ayahnya sudah mengatakan terserah itu berarti bahwa ayahnya sangat marah padanya. Ad memijit pelipisnya, ia sangat pusing.
Ad kembali ke kantor pada pukul 5 sore, ia langsung menelepon Jack untuk memastikan bahwa Kay pulang atau belum. Ternyata Kay masih berada di kantor dan akan segera pulang, jadi Ad lebih memilih untuk menunggu Kay di bawah.
Ketika melihat Kay yang turun dari eskalator yang ada di kantornya, Ad terburu-buru untuk menghampiri Kay dan mengajaknya pulang bersama.
“pulang denganku.” Ucap Ad kepada Kay yang di tanggapi aneh oleh Kay.
“kenapa?” tanya Ad lagi.
“tidak, aku akan pulang dengan Jack saja.” Ucap Kay menolak ajakan Ad untuk pulang bersaamanya.
“apakah kau selingkuh dengan Jack?” tanya Ad curiga.
“apa maksudmu?” tanya Kay tidaak mengerti.
“kau lebih memilih pulang dengan Jack daripada dengan ku, apakah kau selingkuh dengan Jack?” tanya Ad sekali lagi.
“tidak.” Jawab Kay.
“aku hanya menyukai Jack karna tubuhnya yang sangat kekar.” Ucap Kay.
“oh jadi begitu, aku juga bisa menunjukanmu tubuhku yang kekar ini kepadamu. Jadi apalagi alasanmu untuk menolakku, nona Kay?” tanya Ad.
“tidak ada, aku hanya bercanda. Ayo pulang.” Ucap Kay meninggalkan Ad dan menuju mobil Ad Sedangkan Ad hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Kay.
“kita akan makan sebelum mengantarmu pulang.” Ucap Ad yang tidak di setujui oleh Kay.
“tidak mau, kau antar aku pulang saja, terus kau makan saja sendirian.” Ucap Kay yang mendapatkan tatapan tajam dari Ad.
“kau ini pacar ku sekarang Kay, jadi kau harus menuruti semua perintahku, kau mengerti?” tanya Ad.
“aku ini bukan pacarmu tuan Adrian, apakah kau mengerti?” tanya Kay balik.
Ad membuang napasnya kasar, “di kamus Adrian adi nugrho tidak terdapat sebuah penolakan dalam bentuk apapn.” Ucap Ad.
“pada detik ini aku, Kayla merevisi kamus Adrian adi nugroho dan menghapus bagian yang di ucapkan tuan Adrian tadi tentang penolakan terhadap dirinya.” Ucap kay sembari tersenyum ke arah Ad.
Ad hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karna melihat kelakuan wanita yang satu-satunya ada di dunia ini.
Ad tetap membelokkan kemudinya ke arah restoran yang kemarin ia kunjungi bersama Kay, memesan makanan, dan makan. Setelah selesai mereka kembali ke mobil dan mengantar Kay pulang.
“Terimakasih untuk hari ini tuan Adrian adi nugroho.” Ucap Kay sambil terkekeh di parkiran apartemen.
“sama-sama nona Kay, kau masuklah.” Ucap Ad kepada Kay yang di angguki oleh Kay.
Kay pun melangkahkan kakinya masuk ke kawasan apartemen, setelah memastikan bahwa Kay benar-benar masuk, barulah Ad menjalankan lagi mobilnya dan pulang ke mansionnya.
Ketika Ad sampai dimansionnya ternyata seseorang menunggunya diluar. “kau mau apa?” tanya Ad setelah menghampirinya.
“aku hanya merindukanmu, bolehkah aku masuk? Ada hal yang harus aku katakan padamu.” Ucapnya. Akhirnya Adpun mengangguk dan membawa wanita itu masuk ke mansionnya.
Ad membawanya ke ruang tamunya, dan berbincang dengan orang itu. “ada apa kau kemari, Nes?” tanya Ad.
“Tentang pernyataan mu di media pagi tadi, apa kau serius Ad?” tanya Nesya.
“ya, aku serius, jadi kau mintalah kepada orang tuamu agar membatalkan perjodohan kita berdua.” Ucap Ad serius.
“Ad, aku mencintaimu, itu bukan tentang perjodohan Ad, tapi tentang perasaan. Aku mencintaimu dari dulu tetapi kau seolah tidak mendengar dan melihatnya, sekarang kau malah dengan jalang itu. Apa maksudmu Ad?” ucap Nesya dengan marah.
“kau berani memanggil dia jalang? Kau yang jalang Nes! Sekarang pergi dari rumahku.” Ucap Ad mengusir Nesya dari rumahnya.
Nesya kemudian pergi dari mansion milik Ad dengan wajah merahnya. “awas saja kau Ad.” Ucap Nesya.
5
Ad memijit pelipisnya, ia memilih membersihkan dirinya dan beristirahat karna harinya sangat melelahkan.
Mengingat Kay membuatnya merasa bahwa warnanya telah kembali, tidak membuat hari-harinya monoton lagi. Ad terlelap bersama bayang-bayang Kay disisinya.
...
Seperti biasanya, sekarang Ad sedang menunggu pujaan hatinya di depan pintu kamar Kay. Ketika Kay membuka pintu apartemennya, betapa terkejutnya ia melihat Ad lagi-lagi ada di depannya.
“Kau mengagetkanku!” marah Kay kepada Ad.
“maafkan aku. Kau sudah siap?” tanya Ad yang dia angguki oleh Kay.
“kemana Jack?” tanya Kay karena melihat Ad yang mengendarai mobilnya sendiri.
“aku tidak ingin mengajaknya karna kau hanya mengucapkan selamat pagi pada Jack dan Aku tidak kemarin.” Ucap Ad yang membuat Kay menggeleng tidak percaya.
“kau serius dengan perkataanmu, Ad?” tanya Kay tidak percaya.
“tentu.” Ucap Ad dengan yakin.
“Ad, sepertinya ini bukan jalan menuju kantor, kau tidak amnesia kan? ATAU KAU MAU MENCULIKKU YA!!! ADRIAN, TURUNKAN AKU!!!” teriak Kay di dalam mobil dan memukul-mukul lengan Adrian.
“aku mau menculikmu, membawamu ke KUA.” Ucap Ad santai.
“Ad, seriuslah, aku panik.” Ucap Kay dengan wajah yang hampir menangis.
Ketika Ad melirik ke sampingnya, benar saja Kay sudah meneteskan air matanya, Ad pun menepikan mobilnya dan menghentikan mobilnya.
Ad terkekeh dan memeluk Kay. “maafkan aku, aku hanya bercanda.” Ucap Ad kepada Kay. Kay pun memutar bolamatanya malas.
“aku hanya ingin mengajakmu untuk pergi ke sebuah mall.” Lanjut Ad yang sudah menjalankan mobilnya lagi.
Setibanya di mall yang cukup besar di kawasan kota Jakarta, mereka pun turun dari mobil. Setelah itu Ad membawa Kay mengelilingi toko-toko dengan merek ternama seperti GUCCI, H & M, ZARA, dan BERSHKA.
Ad memilihkan baju, tas, semua pakaian untuk Kay, walaupun Kay menolaknya Ad akan tetap membelikan Kay semua itu.
“kau serius membelikan ku semua ini, Ad?” tanya Kay yang melihat tangannya yang sudah penuh dengan kantung belanjaan Kay.
“apakah kau mau lagi?” tanya Ad yang mendapatkan gelengan kepala dari Kay.
“yasudah, sebaiknya kita makan siang terlebih dahulu.” Ucap Ad yang di angguki oleh Kay.
Ketika mereka sedang makan di sebuah restoran sushi, tiba-tiba ponsel Ad berbunyi menandakan ada panggilan masuk disana, Ad pun meminta izin Kay terlebih dahulu untuk mengangkatnya.
“aku akan segera kesana Jack.” Ucap Ad.
Ketika kembali, Ad pun langsung membayar makanan mereka dan mengajak Kay pergi ke kantor karna Ad harus meeting mendadak siang ini.
“maafkan aku Kay, lain kali aku akan benar-benar menghabiskan waktu seharian denganmu.” Ucap Ad meminta maaf kepada Kay karna ia merasa bersalah pada wanita ini ketika mereka berada di perjalanan akan menuju kantor.
“tidak apa-apa Ad, meeting mu lebih penting sekarang.” Ucap Kay memberi pengertian kepada Ad sehingga sekarang pria itu tersenyum karena Kay.
Beberapa menit pun berlalu, sekarang Adrian dan Kay sudah berada di area kantor. Mereka langsung menaiki lift untuk menuju ruang meting.
“kau ikut dengan ku Kay.” Ucap Ad memaksa Kay ikut masuk dengannya ke dalam ruang meeting.
“tidak Ad, aku akan menunggumu disini, okey?” ucap Kay.
Ad pun mengangguk dan mengecup kening Kay, kemudian berjalan masuk menuju ruang meeting.
“maaf aku terlambat, ada hal penting yang harus aku urus terlebih daahulu.” Ucap Ad ketika ia memasuki ruangan meeting tersebut.
“seorang direktur Adrian adi nugroho terlambat datang ke ruang meeting? Hal penting apa yang kau lakukan sebelumnya direktur Ad? Ini pertamakalinya kau terlambat mengikuti meeting, apakah asisten mu itu menggoda kau terus?” ucap seseorang dalam ruang meeting tersebut.
“jaga mulutmu!” bentak Ad.
“kenapa aku harus menjaga mulutku? Benar kan bahwa asisten mu itu jalang dan suka menggodamu?” ucapnya sembari tertawa licik.
Emosi Ad berada pada puncaknya sekarang. “aku tidak tertarik pada apa yang kau tawarkan, sekarang kau boleh pergi dari perusahaanku.” Ucap Ad dengan penuh penekanan Dan Akhirnya wanita itu pergi dari ruang meeting Ad dengan senyum penuh penekanan.
Ad berusaha menstabilkan napasnya. “tenanglah.” Ucap Jack.
Ad keluar dari ruangan itu dengan emosi yang masih belum stabil, terlebih lagi bahwa ia tidak menemukan Kay di luar ruangan ini.
Ad mencari Kay kemana-mana, mulai dari ruangannya dan seluruh penjuru perusahaan, ia pun mencoba menelepon Kay, tapi sayang tidak di angkat oleh Kay. “Kay, kau kenapa.” Batin Ad.
...
“aku tidak seharusnya berada di kehidupan Adrian.” Gumam Kay pada dirinya sendiri.
Ia mendengar semuanya, semua yang di katakan oleh wanita yang pernah ia jumpai di rumah Ad tersebut, ia tau bahwa itu adalah pacar Ad walaupun merekaa di jodohkan, Kay tidak seharusnya seperti ini, ia sama saja merebut jodoh orang. Kay menghapus air matanya dan turun dari rooftop kantor untuk ke ruangannya kembali.
“kau darimana saja, aku mengkhawatirkanmu.” Ucap Ad sembari memeluk Kay ketika Kay barusaja tiba di ruangannya.
Kay melepaskan pelukannya. “Ad aku mau berbicara denganmu.” Ucap Kay.
“bicaralah.” Jawab Ad sembari menatap Kay.
“aku ingin resign.” Ucap Kay tina-tiba yang membuat Ad menatapnya tidak percaya.
“tidak.” Jawab Ad tegas.
“Ad, kumohon.” Ucap Kay berkaca-kaca.
“hey, kau kenapa? Bicaralah kau kenapa Kay?” tanya Ad sembari menatap wajah Kay intens sembari memegang kedua pipi Kay.
Kay menggeleng lemah. “aku tidak mau bekerja dengan mu lagi Ad.” Ucap Kay.
“Kau harus tetap bekerja bersamaku Kay, aku tidak akan pernah menyetujuimu untuk resignn.” Ucap Ad yang membuat Kay mengeluarkan napasnya kasar.
“kembalilah bekerja, Kay.” Ucap Ad yang di angguki oleh Kay. Akhirnya Kay kembali lagi ke mejanya dan mulai mengerjakan tugas-tugasnya sebagai seorang sekretaris.
Tiba-tiba dering telepon Ad berbunyi, Ad pun segera mengangkatnya, ternyata CEO yang meneleponnya. “aku akan segera kesana, pah.” Ucap Ad dalam teleponnya.
Ad pun keluar dari ruangannya tanpa berpamaitan dengan Kay, Kay menatap kepergian Ad dengan pandangan kosong.
Ad menemui CEO di rumah nya, diantar oleh Jack kesana. “ada apa pah?” tanya Ad.
“kau telah melakukan kesalahan, Adrian.” Ucap ayahnya yang membuat Ad mengerutkan keningnya.
“apa maksud papah?” tanya Ad tidak mengerti
“kau barusaja menolak tawaran kerjasama dari Nesya bukan? Itu artinya kau merugikan perusahaan Ad, kau tidak profesional sekali dalam bekerja. Bagaimana aku akan mempercayaimu menggantikanku nanti?” tanya Ayahnya dengan marah.
“aku menolaknya bukan tanpa alasan pah, dia telah menghina Kayla, dan aku tidak suka sikap Nesya pah yang menghina orang sembarangan, ia tidak memiliki sopan santun.” Jawab Ad.
“apapun alasannya kau tidak boleh menolaknya, Adrian. Kau tau, perusahaan ayah Nesya itu sangat penting bagi peprusahaan kita Ad, kalau kau menolaknya pastilah kita akan rugi.” Ucap Ayahnya dengan tegas.
“maafkan aku.” Ucap Adrian. Percuma kalau ia debat panjang lebar pun pasti ia akan kalah dengan ayahnya
“aku mau kau menemuinya malam nanti di rumahnya, minta maaflah pada Nesya dan keluaranya, ad.” Ucap ayahnya yang di angguki oleh Ad.
“dan besok kau bawalah pacarmu yang kau umumkan di media itu menghadapku.” Lanjut Lucas.
“baik, aku permisi pah.” Uap Ad. Kemudian Ad pun melangkahkan kakinya keluar dari rumah bernuansa megah tersebut untuk menemui Jack dan kembali ke kantor.