Setelah Ad kembali kantor, ia tidak mengucapkan sepatah kata pun untuk Kay dan Ad langsung sibuk kembali dengan pekerjaannya sampai waktu kerja pun habis.
“maaf Kay, aku tidak bisa mengantarmu pulang, kau pulang sendiri tidak papa? Nanti aku suruh Jack untuk mengantarkan belanjaanmu tadi.” tanya Ad yang di angguki oleh Kay.
Kay pun segera membereskan laporannya, dan mengambil tasnya. “aku pulang, Ad.” Ucap Kay yang di hiraukan oleh Ad, itu membuat Kay tersenyum miris.
Kay pun lebih memilih untuk berjalan kaki menuju apartemennya, karena jarak apartemennya dan kantor tidak terlalu jauh. Lagi-lagi Kay tersenyum miris “sebentar-sebentar kau membuatku bahagia, kemudan menangis, terluka, dan benci, Ad.” Gumam Kay sambil terus melangkahkan kakinya di trotoar jalanan.
...
Setelah Ad menyelesaikan pekerjaannya di kantor, ia pun kembali ke mansionnya hanya untuk beristirahat sebentar dan membersihkan dirinya, kemudian ia berangkat menuju ke kediaman keluarga Nesya. Ia sebenarnya sangat malas untuk pergi ke rumah keluarga ini, tetapi ayahnya lah yang memaksa dirinya untuk datang kesini.
Ketia Ad menginjakkan kakinya di rumah ini, ia pun di sambut oleh Nesya dan keluarganya. “Ad, apa kabar?” ucap Ayah Nesya yang menyambut Ad di ruang keluarga.
“baik om Pram.” Ucap Ad.
“ayo Ad, mari makan malam terlebih dahulu.” Ucap ibu Nesya.
Akhirnya mereka pun menuju ruang makan untuk makan malam bersama sembari membicarakan hubungan Ad dan Nesya.
“jadi ada apa kau kemari, Ad?” tanya Ayah Nesya, Prambudi.
“aku ingin meminta maaf kepada Nesya dan om juga untuk masalah siang tadi, Ad tidak seharusnya bersikap begitu kepada Nesya dan tentang kerjasama itu bisa kita meeting ulang om.” Ucap Ad.
“tidak apa Ad, itu bisa di bicarakan nanti, sekarang bagimana hubunganmu dengan putiku ini? Kapan kalian berencana untuk menikah?” tanya Prambudi, ayah Nesya.
“aku belum memikirkan sejauh itu om.” Ucap Ad kepada ayah Nesya.
“baiklah Ad, tetapi aku harap bahwa hubungan kalian baik-baik saja sampai waktunya tiba.” Ucap Pram yang di angguki oleh Ad.
Setelah membicarakan itu dan makan, Ad pun lebih memilik untuk langsung pamit dan bergegas ke suatu tempat. Sekarang Ad tengah menjalankan mobilnya dan menuju tempat yang ia tuju.
Setelah memarkirkan mobilnya, Ad pun turun dari mobilnya dan menaiki lift untuk tiba di sebuah kamar apartemen. Setelah memencet bel cukup lama, akhirnya sang pemilik kamar itu pun membukakannya pintu sehingga Ad bisa masuk ke dalam.
“ada apa malam-malam kemari, Ad?” tanya Kay yang aneh melihat Ad datang begitu malam.
“tidak ada, aku hanya ingin melihatmu saja.” Ucap Ad.
Kay pun melangkahkan kakinya untuk membuatkan Ad minuman, setelah itu kembali ke ruang tamunya.
“aku sebenarnya ingin bicara, Kay.” Ucap Ad.
“bicaralah.” Jawab Kay.
“orang tua ku ingin melihatmu besok.” Ucap Ad yang membuat Kay melongo
“kau gila Ad? Aku tidak mau.” Tolak Kay.
“ayolah, ini perintah papahku Kay, kumohon.” Ucap Ad memohon pada Kay dengan menggenggam kedua tangan Kay.
“aku siapa mu Ad? Kenapa mereka ingin melihatku? lalu bagaimana aku nanti disana? Aku tidak mau.” Tolak Kay lagi, siapa yang tidak takut di undang oleh pemilik perusahaan secara mendadak.
“hey, kau tidak ingat bahwa beberapa hari lalu aku mengumumkan kau sebagai pacarku? Jadi kau di undang kesana untuk di restui hubungan kita berdua Kay.” Ucap Ad berbohong demi Kay pergi bersamanya besok.
“baiklah. Ini bukan berarti aku menerima kau menjadi pacarku ya Ad, aku hanya menolongmu.” Ucap Kay memperingati Ad.
“baiklah, terimakasih Kay, aku pergi dulu.” Ucap Ad sembari mencium singkat bibir Kay kemudian berlari pergi keluar dari apartemen Kay.
“ADRIAN KAU SANGAT TIDAK SOPAN SEKALI!!!” Teriak Kay sembari mengusap-usap bibirnya sedangkan Adrian sudah tidak terlihat lagi di pandangan matanya.
...
Keesokannya Kay pun bersiap-siap menggunakan baju terbaiknya yang di belikan oleh Ad kemarin.
Adrian telah mengabarinya bahwa Ad akan menjempunya, tetapi jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi tetapi Ad belum juga menampakkan batang hidungnya.
Kay lebih memilih menunggu Ad di parkiran Apartemennya, benar saja, 10 menit kemudian Ad baru sampai di area aartemennya. Kay pun langsung masuk ke mobil Ad dan memasang seat beltnya.
“Maaf Kay, aku terlambat.” Ucap Ad.
“tidak apa-apa.” Ucap Kay.
Dengan Ad yang memakai jas berwarna biru dongker dan celana yang sewarna dengan jasnya, dan kemeja putih serta dasi coklat sangat pas dengan Kay yang memakai dress pendek warna biru dongker.
“kita akan pergi ke rumah papahku terlebih dahulu kemudian kita akan pergi ke kantor.” Ucap Ad yang di angguki oleh Kay.
“ini benar rumah keluargamu, Ad?” tanya Kay yang tak percaya, rumah ini sudah seperti istana menurutnya, warna coklat keemasan, ditambah ornamen-ornamen megah membuat rumah ini sungguh indah.
“ayo masuk Kay.” Ucap Ad sambil menggenggam tangan Kay, membawanya masuk ke dalam rumah ini.
Ternyata, keluarga Ad sedang berkumpul di ruang tamu. Ada ayah Ad, ibunya dan satu laginya Kay tidak tau siapa itu. Kay pun bergabung dengan mereka di ruang tamu, Kay merasa bahwa ibu Ad memperhatikan tampilannya dari atas sampai bawah, apa ada yang salah dengan pakaiannya kali ini?
“perkenalkan pah, ini Kayla Anastasya, dia pacarku dan asisten ku sekaligus.” Ucap Ad memperkenalkan Kay kepada keluarganya, Kay pun tersenyum simpul.
“dan Kay, perkenalkan Ayahku Lucas, ibuku Rossa, dan ini adikku Edgar.”ucap Ad kepada Kay yang di angguk oleh Kay. Kay pun tersenyum kepada mereka, tetapi yang membalas senyumannya hanya Edgar.
“apakah kau tau apa yang akan saya bicarakan nona Kay?” tanya Lucas. Kay pun menggeleng sebagai sebuah jawaban.
“kau tau siapa Adrian?” tanya nya.
“direktur A corp, pak.” Jawab Kay dengan lirih.
“bagus kalau kau sudah tau, jadi bisakah kau meninggalkan Adrian? Kau tau kau hanyalah seorang Asisten dan anakku adalah bosnya. Apa kata dunia kalau kalian menjalin sebuah hubungan seperti ini. Saya harap kau mengerti nona Kayla.” Ucap Lucas yang membuat Kay tersenyum hambar.
“dan kau jangan pernah mendekat Adrian lag mengerti? Asal kau tau Adrian akan segera menikah dengan Nesya jadi kau jangan menjadi orang ke 3 di hubungan mereka.” Sambung Rosa di pembicaraan Lucas dan Kay.
“saya mengerti pak, bu, saya permisi.” Ucap Kay kemudian terburu-buru untuk meninggalkan rumah mewah tersebut sembari menahan tangisnya.
“kalian tidak seharusnya berbicara seperti itu mah, pah.” Ucap Ad kemudian segera berlari mengejar Kay yang sudah keluar dari pekarangan rumah Ad.
Sedangkan Ayah dan Ibu Ad tidak percaya bahwa anaknya lebih memilih membela wanita itu daripada keluarganya.
Ad berlari mengejar Kay, tetapi bagai di telan bumi, Kay sudah tidak ada walau ia mencarinya ke segala arah. Ia pun kemudian kembali untuk menambil mobilnya dan pergi ke apartemen Kay.
“maafkan aku Kay.” Lirih Ad menyesal sembari mengusap wajahnya frustrasi.
Setelah terjebak macet, akhirnya Ad pun sekaran berada di parkiran apartemen Kay, dengan tergesa-gesa ia berlari dan menaiki lift untuk sampai di pintu apartemen Kay.
Lama memencet bel dan menetuk pintu kamar itu, Kay tidak mengeluarkan batang hidungnya sama sekali yang membuat Ad frustrasi. “Kay kumohon bukalah pintunya, aku minta maaf.” Ucap Ad di depan pintu apartemen Kay.
Sudah sekitar 20 menit Ad berdiri di depan pintu apartemen Kay, tidak ada tanda-tanda bahwa wanita itu akan membuka pintunya sehingga Ad hanya bisa pasrah dan lebih memilih kembali ke kantornya karna ia berpikir bahwa Kay pasti butuh waktu untuk sendiri.
Ad kembali dengan pikiran yang kacau, terlebih lagi bahwa ia tidak menemukan Kay di ruangannya, tetapi ia sebisa mungkin untuk profesional dalam bekerja, sesegera mungkin ia menyelesaikan pekerjaan daan rapatnya, setelah itu ia akan pulang ke mansionnya di antar oleh Jack.
Ad minum beberapa gelas vodka di meja barnya, ia terlalu pening, apalagi mengetahui bahwa Kay telah kecewa karena dirinya. Ia terus menerus memikirkan Kay, gadis yang telah membuatnya jatuh hati saat pertaama kali memandangnya.
“Kay, maafkan aku..” ucap Ad.
“kumohon jangan pergi, kau tau aku sangat mencintaimu sayang... aku akan mempertahankan hubungan kita, aku hanya ingin bersamamu Kay.” Lirih Ad dalam keadaan tidak sadarnya karena pengaruh alkohol.
“kau tau, aku hancur jika kau tidak ada disisiku Kay, hanya kau yang aku mau.” Kini di sudah merancau tidak jelas lagi, bahkan ia sudah mengeluarkan air mata dari sudut matanya.
“Kay, aku mencintaimu.” Ucap Ad sebelum ia benar-benar hilang kesadaran karena pengaruh alkohol.
Untungnya pada malam itu, Jack kembali ke mansion karna harus memberitahukan sesuatu kepada Ad, tetapi yang ia temukan malah tubuh Ad yang sudah tak sadarkan diri di meja Bar, terlebih lagi ia menemukan sebotol Vodka di meja itu. Jack pun secara cekatan langsung memindahkan Ad ke kamar tidurnya.
“Kay, aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku, jika kau tidak mrninggalkanku aku akan berjanji menikahimu, membuatmu bahagia, dan membautkanmu anak yang lucu.” Rancau Ad. Jack hanya menggeleng karena kelakuan bosnya ini.
Setelah selesai membawa Ad tidur di tempat yang seharusnya, ia pun kemudian berinisiatif untuk membereskan tempat mejam bar tadi, kemudian ia memilih untuk pulang ke rumahnya.
...
Keesokannya Ad pun bangun dengan kepala yang sangat pening tetapi ia tetap memaksakan dirinya untuk bangkit dari tempat tidur untuk membersihkan dirinya.
Setelah membersihkan dirinya, ia pun memilih untuk menelepon Jack dan mengatakan untuk membawa dokumennya ke rumah karna ia merasa tidak enak badan hari ini, Jack pun meng iya kan ucapan Ad dan akan segera menuju mansion Ad.
Beberapa menit berlalu, Jack pun telah sampai di mansionnya, tetapi Ada seorang wanita di belakang Jack yang membuat Ad tersenyum bahagia.
Ad pun bangkit dan menghampiri Wanita itu, kemudian memeluknya. “aku merindukanmu.” Ucap Ad dengan tulus.
Sang wanita pun membalas pelukan Ad kemudian melepaskannya. Ad yang di perlakukan itupun merasa aneh, ada apa?
“ada yang aku ingin bicarakan, Ad.” Ucap Kay tiba-tiba.
“kau boleh kembali Jack, Kay disini bersamaku.” Ucap Ad yang di angguki oleh Jack, kemudiaan Jack pun pergi dari hadapan mereka berdua.
Ad pun membawa Kay pergi ke ruang santainya, mereka duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan kolam renang. “apa yang ingin kau bicarakan, Kay?” tanya Ad sembari menatap wajah Kay yang nampak murung.
“aku ingin resign, Ad.” Ucap Kay dengan lirih sembari menunduk.
“kenapa?” tanya Ad.
“aku tidak ingin lagi menganggu kehidupanmu, Ad. Aku ingin mulai saat ini aku menjalani kehidupan ku yang dulu sebelum aku mengenalmu, mengenalmu membuatku sadar bahwa tempatku bukan disini.” Ucap Kay lirih.
Ad menggelengkan kepalanya. “hey lihat aku Kay.” Ucap Ad smbari memegang kedua pipi Kay.
“tatap aku Kay.” Ucap Ad.
Kay pun memberanikan diri untuk menatap mata Ad, jujur ia sangat berat, entah kenapa ada rasa takut ketika ia menatap bolamata coklat milik Ad.
“aku tidak merasa terganggu dengan adanya kau, aku sangat bahagia bisa mengenalmu, aku mencintaimu kay, kau tau aku mencintaimu.” Ucap Ad sambil menempelkan keningnya ke kening Kay.
“tidak Ad, kau tidak seharusnya mencintaiku, kau tau kau harus mencintai Nesya, Ad.” Ucap Kay yang membuat Ad menggelengkan kepalanya.
“kalian akan segera menikah, Ad.” Ucap Kay dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
Ad menggelengkan kepalanya. “stop Kay.” Ucap Ad.
“kalian akan segera hidup bahagia, lalu pada akhirnya aku yang harus menangisi keadaan karena aku jatuh cinta pada pria yang salah sejak awal.” Ucap Kay sembari tertawa hambar dan menangis.
“KAY STOP IT!!!” Ucap Ad memperingati Kay untuk menghentikan ucapannya.
“kenapa? Itu akan terjadi Ad, kau egois ketika kau harus menuntutku untuk tetap tinggal sementara kau akan segera bahagia dengan pasanganmu semestinya, kau egois Ad, aku membencimu hikssss..”
Adrian pun lebih memilih memeluk Kay dengan erat. “dengar Kay, itu tidak akan terjadi, aku berjanji akan membahagiakanmu, aku berjanji aku akan ada disaat kau susah dan senag, aku akan lebih memilihmu di banding siapapun, kau mengerti? Aku mencintaimu.” Ucap Ad sembari terus memeluk Kay.
Kay benar-benar menumpahkan air matanya di pelukan Ad, pada dasarnya ia tidak mau merusak hubungan Ad dan Nesya, ia tau ia akan kalah dan dirinyalah yang akan tersakiti nantinya, tetapi melihat Adrian yang benar-benar berjuang untuknya membuat Kay percaya bahwa kebahagiaan akan datang untukya.