Ira pun panik karena khawatir Bian mengenal suara Zein. Ia over thinking karena menyembunyikan kenyataan dari Bian. “Bi, udah dulu, ya. Ada Abang aku. Nanti aku telepon lagi. Bye!” ucap Ira. Kemudian ia langsung memutus sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Bian. “Lho, kok main ditutup aja, sih? Lagian kenapa harus dimatiin juga teleponnya?” gumam Bian. Ia heran karena sikap Ira begitu aneh. Sementara itu, Ira membukakan pintu untuk Zein. Ceklek! “Terima kasih udah dibawain kopernya,” ucap Ira, sambil tersenyum. “Lama banget buka pintunya? Lagi ngapain, sih?” tanya Zein. “lagi istirahat lah, Bang. Namanya juga capek, baru habis perjalanan jauh,” sahut Ira. Kemudian ia mengambil koper itu dan menariknya masuk. “Makasih ya, Bang. Aku mau istirahat dulu. Bye!” ucap Ira. Lal

