38. Supel

1108 Kata

Arga pun tidak kalah terkejut. Ia masih ingat betul siapa wanita yang ada di hadapannya saat ini. 'Ini kan yang waktu itu numpang tidur di bahu aku,' batin Arga. “Adiknya Prof Zein, kan?” tebak Arga. Ia ingat bahwa Ira adalah adik Zein. “Iya!” sahut Ira. “Boleh saya masuk?” tanya Ira lagi. “Oh iya, silakan!” sahut Arga. Ia merupakan dokter spesialis anak. Ini hari pertama Arga praktek di rumah sakit tersebut. Sehingga ia belum membuka poli dan fokus di ruang perawatan. Ira pun masuk dan mendekat ke arah meja Arga. Ia tidak menyangka akan bekerja dengan pria yang satu pesawat dengannya. “Silakan duduk!” ucap Arga. “Perkenalkan, nama saya Humaira, biasa dipanggil Ira. Mulai hari ini saya bekerja di sini sebagai dokter residen,” ucap Ira. Ia bersikap formal karena harus profesional. Apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN