Bian langsung ternganga setelah mengetahui siapa yang menghubungi Ira. Kemudian ia menoleh ke arah Ira. Ira memelototi Bian sambil menggigit bibir bawahnya karena terlalu gemas pada Bian. “Sotoy, sih!” marah Ira, sambil merebut ponselnya dari Bian. Bian pun hanya pasrah. ‘Mati aku. Masa kesan pertama sama calon mertua malah kayak gitu? Haduh!’ batin Bian. Ia sudah tidak bisa berkata-kata lagi. “Iya, Mah?” tanya Ira pada mamahnya. “Kamu lagi di mana, Ra?” Rani balik bertanya. “Oh, ini aku lagi ada perlu di bandara. Kenapa, Mah?” Ira khawatir mamahnya mendengar pengumuman yang ada di bandara. Sehingga ia berkata seperti itu. “Ini papah nyariin kamu. Katanya kamu udah pulang dari tadi. Tapi sampe sekarang kok belum pulang?” “Iya ini aku sebentar lagi pulang. Namanya juga baru balik ke

