48. Sama-sama Cinta Mati

1166 Kata

Saat ini kondisinya jadi sedikit tegang. Sebab Bian merasa bersalah dan khawatir Ira berpikiran yang tidak baik tentangnya. Sementara Ira sedang risih karena sikap Bian. Bian tidak tahu sebenarnya dulu Zein bukan menikungnya. Namun justru sebelum Bian mengenal Intan, Zein sudah lebih dulu dijodohkan dengan wanita yang ia incar itu. Sehingga bisa dikatakan ketakutan Bian kali ini cukup berlebihan. Sebab Ira memang hanya berhubungan dengannya, tidak ada lelaki lain yang dekat dengannya. Tak lama kemudian pelayan datang untuk membawakan pesanan mereka. “Silakan!” ucapnya. “Terima kasih,” jawab Bian dan Ira. Beruntung kondisi itu dapat mencairkan suasana yang tadi sempat menegang. “Sayang, kamu mau coba ini, gak? Ini enak banget,” ucap Bian. Ia berusaha mengalihkan suasana yang canggung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN