46. Posesif

1067 Kata

Ira menghela napasnya. Ia sudah bingung bagaimana cara melarang Bian lagi. Akhirnya ia pasrah meski Bian ingin mengantarnya ke Jakarta. “Dasar batu!” ucap Ira, kesal. “Kamu nih diperhatiin malah bilang begitu,” keluh Bian. Ia pun sebal karena Ira selalu melarangnya. “Kamu tuh diperhatiin malah keukeuh. Aku kan khawatir kamu kenapa-kenapa!” sahut Ira, ketus. “Gini aja, deh. Kamu kan dokter, kamu bisa cek kondisi aku dulu sebelum jalan! Kalau memang aku gak sehat, aku gak akan ikut kamu ke Jakarta,” tantang Bian, sambil tersenyum. “Gimana ngeceknya?” tanya Ira. Ia bingung karena dirinya tidak membawa alat medis. “Ya terserah. Disun, kek. Atau dipeluk, gitu!” canda Bian. Ia malah bercanda dan membuat Ira jadi tersenyum. “Kamu mah! Mana ada meriksa kayak gitu. Jangan omes, kenapa!” kelu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN