Anak buah Leonor bergerak cekatan, mata mereka tajam mengunci pergerakan taksi yang membawa Hudson dan Keyli. Di belakang, dalam mobil lain yang mewah dan berbalut kaca gelap, Leonor duduk tenang, membiarkan anak buahnya yang berada di mobil depan memimpin pengejaran. Ia menyandarkan punggung ke jok kulit, tatapannya dingin namun penuh perhitungan. Setiap detik yang berlalu terasa panjang, namun kesabaran Leonor tak goyah. Perjalanan itu memakan waktu berjam-jam, menembus kepadatan kota hingga akhirnya melesat keluar, menuju pinggiran yang asing. Mobil-mobil mereka melintasi jalanan lengang, melewati pemandangan yang perlahan berubah dari gedung-gedung tinggi menjadi deretan rumah-rumah sederhana di mata Leonor. Akhirnya, di sebuah sudut tersembunyi, jauh dari jangkauan kekuasaan Leonor

