“Jino!” teriak Alice. Melihat kedatangan Alice, Jino malah hendak pergi. Tapi Alice dengan cepat berhasil meraih tangannya. Ia menarik tubuh pria itu, sebelum memeluknya erat. Tidak peduli dengan kondisi Jino yang kotor. Jino terkejut, dan mematung untuk beberapa saat. Tapi tak lama, ia langsung melepas pelukan Alice, membuat Alice menatapnya nanar. “Aku ke sini hanya untuk melihat kondisi mu.” Kata Jino. “Maafkan Ayah ku yang sudah membuang mu.” Kata Alice. “Ayah mu tidak salah, aku yang salah.” Kata Jino. “Tapi aku tidak mau berpisah dengan mu, aku tidak bisa menjadi orang tua tunggal.” “Dan aku tidak bisa menjadi Ayah yang baik.” “Kau bisa! Kalau kau mau menjadi seperti itu!” Jino terdiam, tapi ia kemudian menggelengkan kepalanya “Percuma, Ayah mu juga tidak akan mengizinkan ki

