23

1209 Kata

Jino terbangun dari tidurnya, karena mendengar Alice yang beranjak dari ranjang, dan muntah-muntah di kamar mandi. Entah sudah yang keberapa kalinya sejak bangun. Jino pun akhirnya ikut beranjak dan pergi ke kamar mandi. Ia bisa melihat yang Alice keluarkan sekarang darah, bukan lagi hanya sekedar cairan. Begitu Alice selesai membasuh mulutnya dan hendak kembali ke kamar, ia malah terjatuh. Untungnya Jino dengan sigap menangkap tubuhnya. Melihat bagaimana pucatnya Alice, membuat alis Jino bertaut, raut wajah, menunjukkan rasa sedih serta khawatir. Jino kemudian menggendongnya, dan membaringkan tubuh Alice ke ranjang. “Alice, bayinya harus dibunuh.” Kata Jino. “Memang seharusnya begitu, tapi kalau bayinya dibunuh, aku juga akan ikut mati.” Balas Alice sembari memegangi perutnya. “Kala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN