Bab 73 - Pelepas Dahaga

1476 Kata

Sang dewi malam yang menggantung di kegelapan malam telah membulat utuh dengan warna merah pekat seperti darah. Sinarnya terasa sangat mencekam. Apalagi suasana di dalam kamar tidur utama Vila Monte. Krystal masih tercengang di tempatnya. Bulu kuduknya meremang seketika saat menatap bola mata Kaizer yang sangat berbeda daripada sebelumnya. “Kai, matamu ….” Mendadak kepala Krystal berdenyut perih. Ia meringis kecil. Sekelebat bayangan di dalam ingatan Krystal seketika muncul. Seperti rekaman layar film yang bergulir di dalam memorinya, Krystal menyadari bahwa ia pernah melihat kondisi Kaizer yang sama sebelumnya. Pantas saja ia merasa tidak asing dengan hal yang terjadi di depannya. ‘Ternyata dia memang ….’ Krystal terkesiap. Ia menjadi semakin bingung dan takut. Ia tidak tahu kenapa ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN