Setelah melaksanakan shalat Magrib, Mike menunggu Murni hingga ia tertidur di sisi ranjang sambil menggenggam tangan dingin itu. Rasa lelah menggelayuti jiwanya. Tidak sadarnya Murni hingga ia juga harus kehilangan anaknya yang baru sesaat menghirup udara kehidupan. Allah ternyata mengujinya terlalu dalam. Bayi yang dilahirkan sebelum waktunya itu hanya mengecap kehidupan selama delapan jam. Detak jantung yang masih lemah mengharuskan ia kembali keharibaan sang penciptanya. Dengan tangan gemetar ia mendekap sang buah hati menuju peristirahatan terakhir. Hari itu juga ia mengebumikan bayi kecilnya. "Maafkan Ayah, Sayang, Ayah ... Ayah tidak bisa menjagamu dan ibumu dengan baik. Ayah menyesal." Mike tergugu menahan tangis yang sejak tadi ia tahan. "Sabar, Nak! Dia tidak pergi dengan

