Nurul mengusap peluh yang sedari tadi merembes membasahi dahinya dengan ujung jilbab. Jantungnya masih berdetak kencang menunggu siapa yang tengah menaiki tangga di bawah sana. Ini kali pertama ia mengalami kejadian yang berhubungan dengan nyawanya. Dan itu terjadi sejak Fatih masuk ke dalam hidupnya. Ia tidak menyalahkan suaminya itu, hanya saja ia masih belum terbiasa menghadapi bahaya seperti ini, apalagi ia tengah mengandung buah hati mereka. "Ya Allah, tolong selamatkan kami dari bahaya yang sedang mengintai kami." Ia terus bermunajat di dalam hati. Memohon kepada Yang Maha Kuasa agar melindunginya dan anak di dalam kandungannya. Wajahnya semakin pucat ketika suara langkah kaki semakin dekat. Undakan demi undakan. Nurul memejam mata sejenak. Tepat ketika sebuah suara masuk inder

