"Mike? Kaukah itu?" Mike berdiri mematung di tempatnya. Kantong kresek di tangannya, ia genggam dengan erat. Teman-teman preman yang berusaha ia jauhi akhirnya bertemu juga, meski hanya satu orang di antara yang lain. "Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini." Ben menyentuh bahu Mike. Dengan gerakan pelan, Mike memutar tubuhnya menghadap Ben. Ia ulas senyum meski hatinya berharap tidak ada orang lain lagi bersama Ben. "Iya, ini aku. Bagaimana kabarmu?" Basa-basi Mike. "Seperti yang kau lihat," balas Ben sambil merentangkan kedua tangannya. "Pedro sedang mencarimu, ia terlihat marah karena kau tidak juga kembali ke markas. ke mana saja kau selama ini?" Ben menaikkan kedua alisnya ke atas hingga berbentuk kerutan di dahinya. "Apa kau tahu? Markas kita sudah dalam pengawa

