Satu tahun telah berlalu dengan begitu cepatnya, tapi terasa begitu lama bagi Axel karena hari demi hari dirinya selalu menunggu kepulangan Evelina ke mansion. Kennan memang memperlakukannya dengan sangat baik, terlebih Axel merupakan anak kandungnya. Untuk sedikit melupakan sejenak Evelina dalam ingatan anaknya, Kennan mendaftarkan beberapa les supaya memiliki kesibukan, seperti les berenang, melukis, musik. Meski sempat teralihkan, nyatanya ketika tiba di kamar, Axel kembali teringat dengan mamahnya. “Mamah kapan pulang?” batinnya sembari menatap foto Evelina yang ditaruh di dalam bingkai cantik dan berada di meja kamarnya. Kennan yang tidak sengaja melihat seperti itu, merasa semua yang dilakukannya sia-sia sudah. Mau sesibuk apa pun anaknya tetapi tidak bisa menggantikan posisi r

