13. Kumpul di kamar

1086 Kata

Axel sama sekali belum menjawab bahkan kini menatap Kennan dengan begitu dalam yang membuat Kennan merasa kebingungan apakah merasa tidak nyaman dengan permintaannya? Jika dilihat kembali, tatapan Axel sama seperti dirinya ketika kecil. Sama persis, Kennan seolah sedang melihat kembarannya meski dalam versi mini. “Axel tidak suka ya?” Axel menjawab dengan menggelengkan kepalanya setelah itu menjawab, “Kata Om Dave, hanya dia yang jadi papahnya Axel meski ada orang lain yang mengakui.” Ucapan tanpa dosa dan filter dari anak balita di depannya membuat senyum di bibir Kennan berubah menjadi tegang. “Apa Om Dave mengatakan seperti itu?” tanya Kennan memastikan yang dijawab anggukkan kepala. “Axel, jika yang di depanmu ini Papah kandungmu, apakah masih tetap menganggap kalau Om Dave itu Pap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN