"Oh maafkan Clara yang bersifat kekanak-kanakan dulu Kakek," ucap Clara dalam hati.
Sekarang ia bisa memahami pekerjaan Kakeknya yang sangat padat itu, bahkan sekarang ia merasa kasihan dengan Kakeknya, Kakek yang masuk usia senja seharusnya beristirahat di rumah tapi harus rela berkerja keras untuk dirinya. la kemudian berbincang-bincang kecil dengan Kakeknya dan mengajak Kakeknya itu untuk makan malam.
Setelah selesai makan Clara mengajak Kakeknya untuk kembali ke ruang keluarga, ia ingin bicara serius sekarang.
"Ada apa Clara, kenapa kamu tumben mengajak Kakek bicara, apakah ada masalah?" Tanya sang Kakek.
"Tidak ada Kakek, aku hanya ingin mengatakan kepada Kakek, Mulai sekarang aku ingin belajar bisnis seperti Kakek," ujar Clara mantab.
"Kamu yakin, tapi kenapa tiba-tiba, kamu masih SMA Clara masih banyak waktu," ucap Kakek yang masih ragu dengan keinginan cucunya itu.
"Yakin Kakek, Clara nggak tega melihat Kakek berkerja keras mengurusi perusahaan sendiri diusia Kakek yang lekas senja," ucap Clara dengan yakin.
"Walaupun Clara masih SMA saat ini tapi jika belajar mulai sekarang, Clara saat kuliah paling tidak sudah bisa bantu-bantu Kakek di perusahaan." Kakek yang mendengar itupun lekas berfikir, ia memang akan mewariskan semua hartanya kepada Clara, jika sekarang cucunya itu sudah ingin belajar bisnis maka dengan senang hati ia mengabulkan.
"Baiklah Clara, tetapi kamu harus janji ini tidak akan mempengaruhi nilai kamu disekolah," ucap Kakek.
Ya setahu Kakek nilai Clara sering naik turun, tidak tahu apa penyebabnya, padahal Kakek tahu Clara termasuk bocah yang pintar, "Clara janji kek." ucapnya.
"Jadi kapan Clara belajar bisnis kek," ucap semangat Clara.
"Setiap rabu dan sabtu malam saja nanti sekertaris Kakek Om Reyhan akan datang mengajari kamu," ucap Kakek Clara.
"Siap Kakek," ujar Clara dengan menirukan gaya hormat kepada atasan, Kakek pun hanya tertawa melihat sifat Clara yang kembali ceria seperti dulu lagi.
Kakek berharap semoga kedepannya Clara akan kembali ceria seperi ia kecil, walupun tanpa kehadiran orangtuanya, ia sangat menyayangi cucu satu-satunya itu melebihi apapun.
"Yasudah Kakek Clara ke atas dulu," pamit Clara dengan mencium singkat pipi sang Kakek.
Kakek yang kaget pun hanya bisa bengong, sudah sangat lama cucunya itu tidak menciumnya bahkan mungkin terakhir saat dia umur 7 tahun.
Melihat Clara yang sudah menghilang dari pandangannya la hanya bisa tersenyum haru. "Kakek berharap kamu selalu bahagia Clara." Doa tulus Kakek yang selalu ia panjatkan untuk sang cucu.
Di minggu pagi yang cerah, Clara sudah bersiap-siap dengan pakaian legging dan sweater cropnya, ya Clara akan rajin olahraga mulai sekarang, ia berencana lari kecil mengelilingi halaman mansion Kakeknya yang luas.
Ia bertekad akan menjaga berat badan dan kesehatannya mulai sekarang, walaupun tubuh Clara belum segemuk dulu tetapi ia mau tubuhnya tetap langsing dan body goals walupun banyak makan.
Clara menggunakan sepatu nike keluaran terbaru kemudian mulai pemanasan terlebih dahulu lalu mulai lari-lari kecil mengelilingi halaman mansion. Pelayan dan satpam yang melihat Clara menatap heran cucu majikannya itu, kenapa tumben sekali-pikir mereka.
Clara memang sedari dulu malas melakukan olahraga apapun, bahkan ketika Kakeknya memaksanya olahraga ia tetap enggan, sampai-sampai membangun ruangan gym sendiri di mansion, tetapi nona muda mereka itu sangat malas berolahraga.
Mengabaikan tatapan heran pelayan dan satpam Kakeknya itu Clara lebih memilih fokus menyelesaikan putaran larinya.
Tiba diputaran ke enam ia berhenti, nafasnya sudah ngos-ngosan,sungguh tubuhnya sangat berat ketika berlari mungkin efek ia tidak pernah olahraga -pikirnya.
Kemudian Clara beristirahat sebentar, duduk selonjoran di tanah sambil mengelap peluh yang menetes deras didahinya, hampir 10 menit Clara beristirahat, kemudian ia lebih memilih melanjutkan olahraga di ruangan gym yang khusus Kakek buat untuknya di mansion ini.
Saat baru memasuki ruangan gym itu Clara takjub, ia pikir hanya ada alat seadanya tetapi Kakeknya melengkapi semua fasilitas yang ada, persis seperti tempat-tempat gym yang ada di pusat kota.
Sungguh ia menyesal baru masuk ke ruangan gym ini sekarang, kalau tau fasilitas selengkap ini mungkin ia akan rajin olahraga sedari dulu.
Kemudian ia mulai mencoba semua alat gym dan fokus olahraga. Tak terasa sudah 2 jam lebih ia berolahraga, sungguh rasanya sangat lelah tetapi ketika melihat banyak keringat yang menetes Clara merasa senang.
Selesai olahraga, Clara yang merasa perutnya kelaparan itupun beranjak ke meja makan untuk memakan sarapannya. Ini sudah jam 8 lebih, mungkin Kakek sudah berangkat-pikirnya.
Clara begitu menikmati sarapannya, mungkin efek habis olahraga jadi ia merasa sangat lapar selesai sarapan ia bergegas ke kamar dan membersihkan diri, butuh waktu 20 menit Clara menghabiskan waktu mandinya, ia kemudian segera berpakaian lengkap dan sedikit memoles wajahnya.
Clara berencana akan ke klinik kecantikan sekarang, ia butuh perawatan untuk menghilangkan jerawat-jerawat dimukanya itu dan sekaligus berbelanja baju-baju yang baru untuknya.
Baju-bajunya dulu rata-rata norak, banyak rok bermotif bunga-bunga, baju-baju yang ngejreng warnanya, dan semua ukuran baju yang kebesaran, membuat sakit mata orang yang melihatnya.
Kenapa dulu ia setuju-setuju saja dengan saran berpakaian dari Elena,padahal Clara dan Elena sering berbelanja bersama tentunya memakai uang Clara.
Tapi Elena selalu memilihkan warna-warna mencolok atau tidak motif yang sangat ramai seperti bunga-bunga ataupun polkadot, ia bilang pakaian itu sangat cocok untuk Clara, begitu cantik ketika Clara memakainya.
Memikirkannya saja Clara sungguh jengkel, ia dulu begitu percaya apa kata Elena tetapi dengan bangsatnya Elena malah menyarankan semua baju norak itu untuknya.
Dia bahkan selalu membeli baju-baju modis tetapi ketika Clara juga menginginkan baju seperti Elena, Elena selalu bilang baju-baju itu tidak cocok untuknya.
Clara yang begitu percaya pun selalu menuruti apa kata Elena. "Huh ngapain si aku mikirin si busuk itu, lebih baik aku segera bergegas untuk memanjakan diri," ucap Clara menggerutu.
Kemudian ia segera berangkat ke klinik kecantikan dulu, ia memesan paket perawatan yang paling mahal, setelah 3 jam waktu perawatannya selesai, kata dokter Clara harus rutin perawatan setiap minggu jika ingin bopeng atau bekas jerawat nya hilang, ia membutuhkan paling tidak sebulan untuk wajah mulus yang ia dambakan.
Selesai perawatan Clara langsung menuju ke pusat pembelajaran di pusat kota. Clara memborong banyak baju-baju modis, tas-tas branded terbaru, juga banyak sepatu yang menurutnya keren.
Tak tanggung-tanggung ia bahkan hampir menghabiskan ratusan juta untuk semua belanjaannya itu.
Clara tidak perlu cemas karena sedari dulu ia sudah memegang black card dari Kakeknya jadi ia bebas berbelanja berapapun. Ketika sedang asik berbelanja ada banyak pesan masuk di hp miliknya.
Setelah Clara lihat ternyata Elena yang sedang spam chat dan panggilan mengajaknya untuk ke mall berbelanja.