Part 86

1139 Kata

Nayla menunduk, ia tidak ingin menatap mata Arman. Ia takut, tatapan mata itu hanya menambah luka di hatinya. “Boleh aku ikut bersama kalian?” “Silakan, Mas,” sahut Nayla dengan suara bindeng. “Bian mau ikut di mobil papa atau di mobil mama?” tanya Nayla menoleh Bian. Sejenak Bian terdiam, matanya yang sempat berbinar melihat papanya datang, kini redup kembali. Entah apa yang membuatnya kembali bersedih. Tapi sedikit pun ia tidak ingin membuat mamanya terbebani. Walau ia berharap mereka bisa satu mobil bertiga seperti dulu lagi, ia tidak berani mengatakannya. “Bian mau sama mama, Bian mau jagain mama …” jawab Bian sembari melangkah menuju mobil Nayla. Arman hanya bisa menghela napas, menatap punggung Bian dan Nayla yang memasuki mobil di depannya. Ingin rasanya ia memohon dan bersimp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN