Empat bulan telah berlalu sejak kepergian Widi, jadwal melahirkan Nayla pun tinggal menghitung hari. Hari ini rencananya Nayla akan berangkat ke Bogor. Ia akan melahirkan di rumah sakit terdekat dengan tempat tinggal orangtuanya. Uti dan kakung yang memintanya agar melahirkan di sana. Nayla mengemasi pakaiannya, berat rasanya meninggalkan pekerjaan di kantor. Bahkan, ia belum menemukan seseorang yang bisa ia percaya untuk menggantikannya. Terpaksa ia menempatkan sekretarisnya untuk menangani semua pekerjaannya selama cuti melahirkan. “Bian jangan nakal ya, kalau tinggal bersama papa … jangan pernah lagi pergi diam-diam dari sekolah. Beritahu mama kalau Bian tidak betah tinggal bersama papa … nanti mama akan minta kakung untuk jemput Bian, mengerti?” tanya Nayla sebelum ke luar dari rumah

