“Kangen ya sama aku?” tanya Bagas pada Benne yang masih menempel padanya. “Kangen banget tuh, gak ada yang ngajakin lari lagi soalnya,” ujar Andrea diiringi tawanya. Sementara Calvin hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Maaf ya, Benne. Papa gak bisa selalu ajak kamu lari pagi,” ucap Calvin. “Main sedikit sama Benne, dia anaknya aktif jadi gak mungkin Cuma ngurung dia di rumah,” ujar Bagas, dia lalu mengecup pipi Benne lagi. “Iya. Nanti aku kosongin jadwal aku saat weekend nanti biar bisa ajak Benne jalan-jalan,” ucap Calvin. “Tuh, Benne. Papa katanya mau ngajak Benne jalan-jalan, yey!” Bagas bersorak membuat Benne lebih semangat lagi bersorak. “Bian kamu masih ngurusin sanggar?” tanya Andrea pada sosok gadis yang duduk di samping Bagas. Bagas segera menolehkan pandang

