Hari masih subuh namun Bagas sudah berada di lingkungan rumah Calvin untuk menjemput Benne. Dia sudah berjanji kemarin dan dia tidak mungkin mengingkarinya. Jadi walaupun semalam dia baru tidur sekitar jam dua pagi, subuh ini dia sudah menepati janjinya pada bocah kecil itu. “Benne-nya masih tidur, Pak,” ujar si pengasuh saat dia kembali dari kamar Benne. Bagas tersenyum, “Biar saya aja yang bangunin kalau begitu. Dia tidur jam berapa semalam?” “Seperti biasa, jam sembilan malam sudah tidur,” jawab pengasuh Benne itu. Bagas berjalan menuju kamar Benne, keadaan masih gelap, hanya ada lampu tidur remang yang menyala. Bagas mendekati Benne yang sekarang sudah tidur di kasur kecil. Bagas memandangi wajah Benne yang dapat mendamaikan hatinya, bocah imut yang selalu menghibur dengan tingkahn

