Jangan tanyakan alasan kenapa aku memilihmu. Jangan pula kau membandingkan diriku dengannya. Bukan begitu caranya. Aku katakan sekali lagi, “Aku sendiri tak tahu!” Bodohnya diriku, berpikir bahwa si hina ini akan diterima ketika bersanding denganmu. Kenyataanya kita berdua sama-sama tahu. Aku tak akan pernah bisa menjadi wanita yang kauimpikan. Jalanmu berliku, dipenuhi batu dan amat terjal. Butuh lebih dari sekedar “cinta”. “Cinta” kau tak butuh cinta. Aku pun tak butuh “cinta”. Hadirin sekalian, mari kita bersorak ramai menyambut “cinta”. Namun, sekali lagi aku tegaskan, “Aku tak butuh cinta!” *** Ibu Suri menatap angkuh keempat elixer yang ada di hadapannya. Duduk di atas singgasana, Ibu Suri merasa mendapatkan kekuatan lebih untuk menaklukkan dunia. Terlebih dengan kehadi

