19

1251 Kata

Sepanjang perjalanan, Sin menyaksikan lahan-lahan hijau yang kini berubah tandus. Melalui jendela kereta kuda, pangeran itu memperhatikan burung-burung hitam yang mulai mencacah bangkai menggunakan cakar dan paruh mereka. Beberapa ekor rubah merah pun tak luput menikmati jamuan makan tersebut. Udara dipenuhi dengan aroma amis dan anyir, walau sesekali Sin mencium aroma rumput dan batang pohon, hanya saja harum kematian telah merubah jalanan itu menjadi lukisan dunia maya. Duduk di dalam kereta, Sin tidak memedulikan keluhan Clay perihal kebrutalan sang ratu elixer, Ibu Suri yang telah mengambil alih kuasa atas istana milik elixer, yang begitu keji. Bangsawan itu terus berceloteh mengenai ini, itu, dan yang lainnya. Mungkin, andaikan Sin dalam keadaan normal, pangeran itu pasti mengacungka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN