Cukup sudah. Aria muak. Tidak ada lagi perjalanan jauh. Tidak pula bertualang tanpa arah. Segala hal yang berkaitan dengan rahasia Rea dan elixer, Aria sudah puas dengan segala akibat yang didapatnya. Berjumpa jembalang sarkartis, penyihir yang tidak pernah menampakkan batang hidungnya (setelah menolong Aria kala terakhir melarikan diri dari Savana), siluman yang ingin memakan Aria, pembuas yang jelas mengerikan untuk dilihat berkali-kali, Ringga yang mulai berubah; melakukan hal yang bahkan tidak pernah Aria pikirkan, dan juga elixer bernama Sin. Menggelengkan kepala, Aria mulai mengusir seluruh bayangan perihal elixer berambut perak itu. Sin, pemuda itu mengingatkan Aria pada segala hal yang ingin Aria lupakan. Lagi pula, elixer itulah yang membunuh sang pustakawan tua. Tidak. Aria ti

