Menunggu. Selalu menunggu. Tapi penantian hanya akan merubah rasa rindu menjadi nestapa. Setidaknya itulah yang Ringga pahami. Ia sudah lelah menanti kemunculan sang ayah, bahkan Ringga meragukan kehadiran elixer itu, ia sudah tak percaya pada segala hal yang Rein katakan perihal sang ayah. Akan tetapi, hal yang paling menyedihkan bagi Ringga adalah sedikitnya kenangan yang ia miliki bersama Ratu Alexandria. Tidak ada banyak hal yang bisa Ringga kenang mengenai Ratu Alexandria. Andai saja Ratu Alexandria tak menaruh hati pada pewaris takhta elixer, mungkin Ringga tidak perlu terlahir di dunia yang tak pernah mengharapkan kehadiran Ringga. Di sini ia merasa seperti terjebak dalam labirin, tersesat, putus asa, dan tiada harapan yang bisa digenggam. Lelah, Ringga merasa payah. Berdiri di

