Letih, Aria tak lagi mampu menangkap perbincangan yang terjadi di sekitarnya. Segala bising sirna pun berganti dengan keheningan. Adapun hal yang ia rasakan kini hanyalah lemah. Cahaya biru yang kini menjerat kedua tangan dan kakinya terasa panas membakar kulit Aria. Cahaya yang melemahkan … terbentuk dari segala keresahan. Ia membelenggu kehendak Aria, menjatuhkannya pada rasa keputusasaan dan kelemahan. Hingga tercipta tanya: akankah segala hal berakhir seperti sedia kala? Mungkinkah yang buruk akan berganti dengan kebajikan. Akankah ada pemberhentiaan untuk setiap perjalanan panjang. Masihkah ada cahaya di setiap hati yang kini mulai meredup sebab ia telah kehilangan pegangan? Aria merindukan aroma musim semi yang dulu membelai lembut pipinya. Gadis itu ingin kembali merasakan hangat m

