27

1502 Kata

“Baiklah,” ujar Seva, culas. “Kita akan melakukannya dengan cara yang halus atau … sedikit berantakan.” Kylian berhasil mengalahkan sebagian penjaga yang ada. Kini ia bersama Seva tengah menginterogasi pendeta istana. Sebagian pendeta memilih mengakhiri hidup mereka daripada harus mengkhianati sang junjungan. Beruntung, Kylian dan Seva menemukan satu pendeta pengecut. Elixer itu menatap nyalang kedua penyiksanya. Lebam di wajah pun didapatkan karena ia menolak menjawab pertanyaan Kylian. Alhasil, Seva dengan senang hati melayangkan beberapa tamparan dan pukulan—tidak terlalu sakit hingga membuat pendeta itu meregang nyawa, namun setidaknya cukup memedihkan untuk membuat si pendeta bersedia bekerja sama. Bersimpuh, pendeta berjubah merah pun meratap, “Tolong, apa lagi yang harus aku kata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN