26

957 Kata

Langitnya memerah, tampak corak ungu di atas sana. Apakah langit tengah terluka? Apa langit merana karena darah yang menggenang di bawah sana? Tiada yang mengerti alasan mereka saling menghunus pedang. Tak satu pun menoleh saat elixer membunuh manusia, manusia membunuh elixer, ataupun elixer membunuh elixer. Deru napas yang berhasrat akan kematian, tiada kawan … hanya lawan. Dewa dan dewi agung di nirwana akan kagum … ciptaan mereka mulai menggila.  Kastel elixer…. Akan…. Hancur! Amis, Nihuar mencium aroma darah. Sesampainya di kastel, Nihuar dan Amara memanggil pembuas dan raven. Mahluk itu memenuhi panggilan tuannya, mereka menyerang dan memangsa para elixer, memberi ruang bagi penjelajah untuk menembus barisan pertahanan. Suara daging terkoyak, serta gemeletuk tulang laksana lantuna

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN