Selagi berjalan keluar dari lift, Damar merasa sangat senang. Dia merasa beban di hatinya terangkat dan tubuhnya terasa ringan, bahkan udara yang dia hirup terasa lebih baik! Tiba-tiba, Damar terbatuk. “Lupakan, udara masih saja buruk. Banyak polusi,” batinnya. Dari awal sampai akhir, Damar tidak pernah menyebutkan dari mana uangnya berasal. Dia sama sekali tidak peduli mengenai apa yang dipikirkan keluarga Sisy. Selagi Damar punya uang, keluarga wanita itu hanya bisa menyesalinya! Seperti yang dipikirkan Damar, saat ini di rumah Sisy, semua orang sedang terdiam. Terlihat sosok Amelia memegangi wajahnya, ekspresinya sangat jelek. “Dia benar-benar berani memukulku! Aku tak akan melupakan dendam ini!” Amelia memaki di dalam hatinya. Kalau tidak bisa menguliti Damar, dia tidak akan puas!

