#35

1192 Kata

#35 “Jadi namanya Aura?” “Ya.” Altez memandangku agak lama. Aku yakin bagian pusat tubuhku mendadak panas. Aku tahu harlequin telah banyak menggambarkan bagaimana tatapan pria dapat menyebabkan perempuan rela melepaskan segalanya. Hanya saja, aku nggak percaya kalau saat ini aku begitu merasa kalah oleh tatapan Altez. “Aku nggak yakin Derek menyukainya,” kata Altez setelah kami diam cukup lama. “Apa Derek nggak menyukai perempuan?” aku tembak langsung dengan gaya bercanda yang aku harap akan segera menjawab kecemasanku. Tunggu, bagaimana jika Altez menjawab Derek nggak menyukai perempuan? Mampus aku! “Kenapa kamu bertanya begitu?” Altez tersenyum geli. “Derek bisa marah kalau mendengarnya.” “Jadi dia memang penyuka sesama?” aku butuh konfirmasi yang jelas. Senyum Altez luntur. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN