“Kamu mau kemana, Bim?” tanya Ayu mengerutkan dahinya bingung menatap ke arah suaminya yang tengah berperaga di depan cermin sejak beberapa menit yang lalu. Bukannya menjawab, Bima malah menampakan cengirannya. Ayu sempat terkesima melihat betapa tampannya pria di depannya itu, pantas saja dulu saat SMA, sosok suaminya menjadi incaran para gadis. Bahkan jika tak salah, saat sebelum mereka berpacaran, Bima sering mengajak gadis yang berbeda ke kedainya di kantin. “Kita jadi kan ke rumah depan?” tanya Bima mendekati sang isteri yang berada di ambang pintu. Ayu mengangguk, mereka berdua akan ke rumah depan. Untuk tetangga-tetangga yang lain mereka sudah memberikan gorengan yang Ayu buat sebagai bentuk perkenalan mereka akan terapi untuk rumah yang di depan yang awalnya hanya akan diantar B

