[6. Hari yang Melelahkan]
Dari hasil rapat hari ini yang panjang dan menguras seluruh tenaga, dapat disimpulkan bahwa kediaman Simon akan membutuhkan banyak pekerja baru. Selain Eugene, para pelayan dan bodyguard yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik diberhentikan sepihak oleh Simon. Untuk sementara ini beberapa posisi sebagai pelayan dan bodygurd kosong.
Kembali pada insiden terjebaknya tiga gundik sebelumnya, Inilah sebenarnya terjadi. Natalie dan Elaine mendapat undangan menghadiri pesta tersebut atas salah satu rekomendasi kenalan mereka berdua. Keduanya berniat menghadiri pesta tersebut, tetapi mereka sadar bahwa peraturan yang dibuat Simon menghalangi. Para pelayan dan bodyguard diminta tutup mulut atas kaburnya mereka ke hotel.
Tak lupa dengan beberapa lembar uang suap dan iming-iming hadiah lain. Omong-omong soal Cedric, pria itu tak ingin keduanya pergi sendirian tanpa pengawasan laki-laki. Jadilah Cedric bergabung dalam acara kabur itu atas inisiatif sendiri. Siapa yang menduga jika acara pesta yang harusnya berlangsung meriah itu akan berakhir dengan huru-hara.
"Maafkan saya, Tuan. Ini karena saya yang justru berinisiatif menemani mereka. Saya hanya merasa kasihan karena mereka tidak bisa keluar dalam waktu yang lama. Seharusnya saya bisa menghentikan mereka, tapi saya justru mendukung mereka. Karena itu tolong hukum saya saja," pinta Cedric sembari bersimpuh di kaki Simon ketika seluruh pekerja lain sudah dibimbing keluar.
Kalau saja Cedric tertarik pada lawan jenis, Leah tentu memiliki keinginan bisa bersanding dengannya. Cedric memiliki perawakan yang tidak jauh berbeda dengan Simon, tetapi ia lebih kecil lagi. Sebagai model androgini, Cedric memang memiliki tubuh yang relatif lebih mungil daripada pria pada umumnya. Ia juga memiliki wajah netral, dalam artian bisa kelihatan cantik dan tampan di saat bersamaan. Simon menemukan Cedric di salah satu peragaan busana bergengsi empat tahun yang lalu.
Ketika mengetahui Cedric memiliki jenis darah yang disukainya, terlebih lagi Cedric lolos seluruh tes yang diharuskan untuk menjadi bank darah bagi vampir, Simon segera menawarkan kontrak jangka panjang. Cedric sendiri yang tidak tertarik pada perempuan, beranggapan jika kontrak dari Simon sangat menguntungkan, ia pun bergabung ke dalam harem dan menjadi satu-satunya pria di sana. Kedatangan Cedric sendiri menjadi hal spesial bagi Leah karena selama ini ia belum pernah bertemu dengan gundik laki-lakinya Simon secara langsung.
Memang pernah tercatat beberapa pria menjadi gundik Simon, Leah sendiri mengetahuinya dari arsip yang tersimpan. Mereka yang sudah meninggalkan dunia dan kini menjalani sisa hidupnya di panti jompo.
"Cedric, hentikan. Ini kesalahan kita semua, jangan membebaskan semua untuk dirimu sendiri!" Elaine bergabung bersama Cedric di lantai, ia membimbing temannya tersebut. Namun, Cedric bersikukuh di posisinya.
Mata Elaine berkaca-kaca, tangisnya tak dapat ditahan lagi. Ia pun bergabung dengan Cedric di lantai dan bersimpuh. "Kalau begitu, Anda juga harus menghukum saya, Tuanku! Saya begitu bodoh dan ceroboh sehingga mengabaikan peraturan yang Anda berikan untuk kami. Tolong hukum saya sama beratnya!"
Natalie pada akhirnya menangis, tapi ia bergeming di tempat. Leah segera menyusul Natalie ketika menyadari perempuan itu mulai limbung. Ia menangis sesenggukan dalam dekapan Leah. Tak ada pelayan yang tersisa selain Eugene sehingga Leah harus menahan tubuh Natalie yang bergetar kencang sendirian.
Simon memandangi penyesalan para gundik di depan matanya tanpa berekspresi. Pada akhirnya ia hanya mengembuskan napas lelah sebelum berkata, "Aku tidak akan menghukum siapa pun selain mereka tadi. Mulai sekarang perketat penjagaan. Dan, Leah?"
"Iya, Tuanku."
"Aku minta bantuan Benjamin untuk meminta orang-orangnya ke sini. Rekrut beberapa untuk menjadi bodyguard. Pada akhirnya merekalah yang bisa menjadi bodyguard paling bisa diandalkan."
"Baik, Tuanku."
Simon meninggalkan ruangan tersebut sendiri. Leah memiliki spekulasi tersendiri. Simon tidak menganggap serius kaburnya para gundik karena ia sudah disibukkan dengan persoalan aksi terorisme itu. Sudah jelas jika maksud dari bom bunuh diri tadi untuk menarik perhatian publik, lalu menyiratkan opini buruk tentang vampir dan manusia serigala.
Di era modern ini, merekalah yang memiliki bisnis panjang dan kebanyakan merekrut ras mereka sendiri dalam memperluas jangkauannya. Sedangkan manusia selalu ditempatkan pada pekerjaan kelas bawah dan rendah. Sudah berpuluh-puluh tahun sejak vampir dan manusia serigala berbaur dengan manusia biasa, tapi isu nepotisme masih saja menjadi topik hangat. Kendati begitu, Simon sendiri kebanyakan merekrut anak-anak adopsinya untuk mengurus perusahaan. Mereka bukan anak-anak Simon secara harfiah tentu saja. Peraturan pemerintah yang melarang vampir dan manusia serigala memiliki keturunan memaksa mereka harus kooperatif.
Tidak seperti Bernard Bart yang mengadopsi anak-anak dan membesarkan mereka secara langsung, Simon memilih membangun akademi vokasi dan panti asuhan. Dari sanalah ia memilih mereka satu per satu. Dengan bantuan banyak pihak seperti petugas panti, pengajar, dan banyak lagi. Leah dan Leon salah satu di antaranya. Sebagai anak yang tumbuh dan besar atas belas kasih Simon, Leah tidak bisa menghakimi bosnya sendiri dengan sebutan jahat. Ia tidak mau kualat.
***
"Terima kasih atas bantuannya, Kepala Pelayan. Saya akan membawakan daftar rekomendasi pelayan baru dan bodyguard pada Anda secepat mungkin." Leah menunduk pada pria tua tersebut sebelum pamit undur diri.
Mereka baru saja membawa Natalie ke kamarnya. Setelah terjebak di pesta dan menyaksikan penghakiman Simon, ia mengalami sedikit trauma. Yang berarti juga berpengaruh pada jadwal kunjungan Simon pada akhirnya. Untuk menggantikan para pelayannya yang dipecat, untuk sementara mereka meminjam pelayan milik Roxanne dan Emma.
"Tunggu, Nona Sekretaris," panggil Eugene ketika Leah berbalik. Perempuan itu tidak jadi meneruskan langkah. Ia menatap sang pria seolah menanyakan ada gerangan apa lagi.
Eugene tampak gelisah. Beberapa kali membasahi bibir dengan lidahnya sendiri. Bahkan tatapan matanya yang selalu tampak tenang dan teduh bagi Leah, mendadak terlihat redup.
"Saya merasa tidak enak mengatakannya sekarang. Baru saja terjadi masalah lalu saya mencoba mengatakan ini pada Anda. Saya seolah mencoba menghindar dari tanggung jawab, tapi harus saya katakan pada Anda, Nona," ujar Eugene gugup.
"Apa yang mengganggu Anda, Kepala Pelayan?"
Pertanyaan Leah tersebut semakin memperjelas kegelisahan Eugene. Ia berkeringat dingin di udara yang masih belum hangat ini.
"Saya sebenarnya ingin berhenti bekerja."
Salahkah jika ia sudah menduga-duga jika Eugene hendak berkata demikian? Leah mendapat firasat Eugene memutuskan berhenti kerja sejak mengatakan menghindar dari tanggung jawab.
"Kenapa sangat mendadak, Kepala Pelayan? Anda sebelumnya belum pernah membicarakan perihal ini pada saya ataupun Tuan Simon. Bukankah Anda masih bisa bekerja satu atau dua tahun lagi?"
Air mata menggenangi pelupuk mata Eugene. "Istri saya sakit parah dan saya harus merawatnya, Nona Sekretaris. Anda tahu sendiri kalau anak kami ikut dengan suaminya ke luar negeri. Kami sudah tidak punya siapa-siapa lagi di rumah. Istri saya hanya punya saya."
Leah pernah mendengar dari beberapa pelayan lain jika istri Eugene memang beberapa kali cuci darah. Itulah mengapa beberapa bulan ke belakang ini, pria tersebut sudah tidak tinggal di mes para pekerja dan beberapa kali terlambat. Catatan keterlambatannya pun beberapa kali masuk ke meja Leah. Tapi ia tidak begitu peduli. Toh, Eugene performa kerja pria tersebut tidak berubah. Masih baik seperti biasanya.
"Baiklah, tapi saya tidak bisa menjamin Tuan akan senang dengan keputusan Anda yang cukup mendadak ini. Setidaknya Anda bisa memberikan rekomendasi untuk pengganti posisi Anda nanti." Leah lantas menggapai tangan sang pria yang berkeriput. "Saya secara pribadi mendoakan yang terbaik untuk istri Anda, Kepala Pelayan. Semoga segera mendapat kesembuhan."
Air mata Eugene kembali luruh. Leah melebarkan kedua tangan guna memeluk pria yang telah berusia senja tersebut. Ia melakukannya sebagai Leah Webster, bukan sebagai sekretaris Simon.
Istri? Keluarga? Orang-orang yang membuat seseorang dapat berubah. Tempat di mana mereka menumpukan seluruh harapan, duka, dan bahagia. Ah, sudah berapa lama sejak terakhir kali Leah merasakan kehangatan sebuah keluarga? Kehangatan dan kasih sayang sebuah keluarga? Ia lupa jika keluarganya jauh dari kedua hal itu.
Masa kecilnya tidak seindah anak-anak lain sehingga ia harus berakhir di panti asuhan karena insiden yang menjungkirbalikkan hidupnya. Ia yang mungkin tidak pernah merasakan kehangatan dan kasih sayang itu, mengapa tiba-tiba saja menginginkan sebuah keluarga?
[Bersambung]