bc

Wanita Milik CEO

book_age18+
18
IKUTI
1K
BACA
love-triangle
possessive
HE
goodgirl
drama
comedy
coming of age
stubborn
sacrifice
substitute
like
intro-logo
Uraian

Arlan dihadapkan pada pilihan untuk meninggalkan sang kekasih yang sedang terbaring koma akibat kecelakaan yang menimpanya, atau memilih untuk tetep bersama kekasihnya namun harus menikahi wanita yang tidak pernah sekalipun dipandang nya yang tidak lain saudara sepupu sang kekasih.

Akankah Arlan mampu membuka hatinya kembali untuk wanita itu atau tetap akan memperjuangkan cintanya?

chap-preview
Pratinjau gratis
Besok Aku Menikah
Didepan bartender duduklah seorang pria yang sedang menenggak minuman. Sudah beberapa botol dia habiskan untuk menenangkan perasaanya yang saat ini sedang kacau. Padahal besok merupakan hari pernikahannya, seharusnya saat ini, dia berada didalam rumahnya untuk mengikuti pengajian demi kelancaran acaranya besok. Bagi kebanyakan orang ini adalah hari bahagia yang sangat ditunggu, namun bukan untuk Arlan. "Aku tidak bisa menikahi wanita selain kamu Lia.... apa yang harus aku lakukan." Arlan terus menegak minuman didepannya. Dia merasa sudah menghianati kekasihnya atau lebih tepatnya calon istrinya yang saat ini sedang terbaring koma dirumah sakit. Bagaimana tidak, Arlan harus menikahi wanita yang tidak dikenalnya. Wanita pengganti untuk posisi Lia atas keinginan pihak keluarga lia juga desakan dari kedua orangnya. Selama 4 bulan lamanya, Lia tak pernah bangun setelah mengalami kecelakaan saat akan melakukan shooting di daerah pegunungan. Sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka berdua sudah merencanakan pernikahan yang tepat esok hari lah acara itu dilangsungkan. Namun sampai detik ini wanita yang sangat dicintainya itu tak kunjung membuka mata. Ingin rasanya Arlan menolak paksaan itu, dan kembali menunggu sang kekasih sadar dari tidur panjangnya. "Ayo cepat tuangkan lagi..!" Seru Arlan. "Tapi pak.. anda sudah mabuk berat. Bagaimana anda akan membawa kendaraan untuk pulang?" tanya bartender itu ketika melihat pria didepannya sudah sangat mabuk. "Itu urusan ku !! Cepat tuangkan lagi!" Kata arlan semakin membentak lelaki itu. Sampai akhirnya ada sebuah tangan yang menahan tangan Arlan ketika akan menerima segelas minuman dari bartender. "Sudah cukup tuan.. kita sebaiknya pulang" ucap pak lukman menghentikan majikannya. "Aku belum puas.. kamu pulang saja!" perintah Arlan. "Tidak tuan.. saya diperintahkan nyonya untuk menjemput anda pulang dengan selamat." "Aku bisa pulang sendiri..!" ucap Arkan. "Ingat tuan.. Besok adalah hari pernikahan tuan dengan nona Kirana. Sebaiknya anda segera pulang sebelum nyonya dan tuan besar marah. " kata Lukman. "Baiklah.. baiklah.. aku akan ikut pulang bersamamu.. sudah jangan banyak bicara. Cepat bantu aku berjalan!." perintah Arlan. Lukman yang sudah menganggap arlan sebagai anaknya sendiri tidak merasa keberatan dengan tingkah atau ucapan kasar yang dilontarkan oleh pria berusia 27 tahun itu. Ia memang sudah bekerja lebih dari 30 tahun lamanya sebelum arlan lahir. Bukan hanya berstatus sebagai supir pak Bambang Wijaya ayah dari Arlan, namun juga sebagai orang kepercayaan dari keluarga Wijaya dan sudah dianggap seperti keluarga sendiri. ** Setelah berhasil membantu menuntun Arlan sampai mobilnya dan mendudukkan tuannya itu di bangku belakang, Lukman mencari kunci mobil Arlan. lalu dia masuk dan duduk di bangku pengemudi. Sebelum menjalankan mobil, pak lukman menelpon seseorang untuk segera menemui nya di parkiran. "Ini kunci mobil tuan muda.. nanti kamu bawa dan ikuti aku kerumah besar." ucap Lukman pada seorang pria sambil memberikan kunci mobil sport milik Arlan. "Baik pam.. eh pak maksudnya." ucap lelaki itu. Dalam perjalanan pulang Arlan terus saja bergumam memanggil kekasihnya. "Lia.... Lia.... bangunlah sayang.... bangun.. aku merindukan mu." ucap Arlan dengan mata yang masih terpejam. Pak lukman yang melihat tuan mudanya seperti itu merasa tidak tega. Apalagi Arlan dipaksa untuk menikahi gadis lain yang tidak dikenalnya. Jika menolak maka dia harus memutuskan hubungannya dengan sang kekasih. Satu hal yang menjadi keputusan sulit yang diambilnya. Hingga tidak sanggup lagi dan menghabiskan waktunya di club dengan mabuk-mabukan untuk melampiaskan perasaan kacaunya seperti sekarang. Sesampainya didepan sebuah rumah yang sangat besar dengan gerbang rumah yang terbuka otomatis saat pak Lukman membunyikan 2 kali klakson. Gerbang itu kembali menutup secara otomatis setelah mobil sport milik Arlan berhasil meleset masuk kedalam garasi. Pak lukman dengan dibantu seorang pria yang tadi membawa mobil Arlan ikut menuntun Arlan masuk ke dalam rumah yang cukup mewah. Pintunya saja terpahat dengan sangat rapi, luas parkirannya memakan beberapa hektar. Sungguh sangat kaya. Bima terus memperhatikan setiap sudut halaman disana. "Perhatikan jalanmu." perintah pak Lukman karena sedari tadi Bima tidak fokus dengan langkah kakinya. Matanya terus melirik kesana kemari melihat luas kebun depan rumah serta parkiran yang menurutnya masih muat untuk beberapa mobil lagi. Tepat didepan sebuah pintu besar yang merupakan pintu utama, Pak Lukman menekan bel yang sudah tersedia disana. "Ya tuhan... ada apa dengan tuan muda. Apa dia mabuk?" tanya bi Ijah saat mendapati majikannya itu tidak sadarkan diri. "Sudah jangan banyak bertanya.. aku akan membawa tuan muda dulu ke kamar nya." kata pak Lukman , dia dan bima kembali melanjutkan perjalanan kedalam. Namun baru beberapa langkah sudah terdengar suara tuan besarnya. "Apa yang terjadi padanya.?" Pertanyaan itu membuat pak Lukman maupun Bima yang sedang menuntun Arlan untuk naik ke kamarnya hampir jantungan. Belum sempat menjawab, pak Lukman sudah dicecar pertanyaan lagi dari papa arlan. "Kenapa dia bisa mabuk.?" tanya pak Bambang saat mencium bau alkohol yang menyengat. "Saya menemukan tuan muda di club lalu membawanya pulang tuan.. untuk alasannya saya tidak tahu tuan. ucap pak Lukman. Dia tidak ingin ayah Arlan tau alasan sebenarnya. Karena mungkin malah tuan mudanya akan mendapatkan masalah yang lebih besar lagi. "Ya sudah bawa dia ke kamar... dan pastikan besok dia siap untuk pernikahannya dengan Kirana." ucap pak Bambang. "Baik tuan." jawab pak Lukman sambil mengangguk kecil lalu kembali melanjutkan langkahnya untuk menuntun tuan mudanya ke lantai atas. Pak Lukman membaringkan arlan di atas tempat tidur yang cukup luas. Membuat Bima terus memperhatikan ruangan itu. "Paman... ruangannya sangat luas dan lihat mewah sekali." ucap Bima dengan polosnya. "Ssst.. jaga ucapan mu.. Ayo kita harus secepatnya keluar dari ruangan ini." ucap lukman sambil menyeret ponakannya meninggalkan kamar arlan. ** Di sisi yang lain ada seorang gadis berusia 21 tahun. Dia sedang menyisir rambutnya yang hitam panjang, Sambil terus melamuni nasibnya dimasa depan. Akan menjadi seperti apa dirinya setelah ini. Karena sebuah paksaan dari bibinya untuk segera menikah. Keinginannya setelah wisuda bisa merintis karir dahulu pupus lah sudah. Baru saja merasakan masa-masa awal perkuliahan, namun dipaksa untuk menggantikan sepupunya menikah dengan seorang lelaki yang tidak pernah sekalipun bertemu. Orang mana yang tak sakit hati, Kirana yang saat itu sedang berusaha untuk bisa kuliah dengan jalur beasiswa. Namun ternyata digagalkan oleh bibinya sendiri, adik kandung dari sang ibu. Wanita itu menjanjikan akan memberikan biaya kuliah sampai mendapatkan gelar minimal S1. Tetapi semua hanya harapannya saja, baru satu bulan tinggal disana. Kirana sudah dipaksa untuk menikahi calon suami dari sepupunya sendiri, jika dia menolak maka bibinya itu akan menagih hutang ibunya dimasa lalu. Entah itu benar ataupun tidak, Kirana tidak bisa membuktikan bahwa ibunya meninggalkan hutang sebelum meninggal dunia. Dia juga tidak tau harus bertanya pada siapa. Karena saudara terdekatnya hanya bibinya seorang. Ayahnya pun sudah lama meninggal karena kecelakaan 11 tahun yang lalu. Dia masih merasa ragu. Pria seperti apa yang akan dinikahkan dengannya? apa seperti om om atau pria muda yang mempunyai penyakit. Kalau bukan karena adanya kekurangan pada calon suami dari anaknya itu, tidak mungkin bibinya akan tenang menyuruhnya untuk menikah dengan calon menantunya sendiri. Pasti ada sesuatu dibalik ini. "Ibu.. ayah... aku merindukan kalian." ucapnya saat mulai membaringkan kepalanya. "Maafkan aku... karena masih belum bisa mewujudkan keinginan kalian untuk menjadi seorang guru." ucapnya sambil menangis mengingat kembali pesan dari ayahnya kala dulu ketika dia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. "Besok aku akan menikah.. aku harap kalian merestui ku." ucapnya sambil terus menangis sesenggukan. Sampai tak terasa ia memejamkan mata dan tertidur dengan matanya yang sembab. ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.5K
bc

TERNODA

read
199.2K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.1K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
68.6K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook