Rencana masa depan

2046 Kata

"Hai, lagi ngapain, Sayang?" Dewi membuka pintu kamar Tiara perlahan. Mendapati gadis tersebut tengah merenung di depan jendela kamar. Tangannya masih memegang kuas, juga pallet cat air yang telah belepotan hasil ia mengeksplorasi warna. Tiara hanya menoleh pelan ke arah pintu. mengulas senyum tipis melihat Dewi berjalan mendekat ke arahnya. "Kamu lagi ngapain? Melukis? Wow, bagus sekali!" Dewi menelisik kanvas yang berdiri tegak dihadapan Tiara. Tampak matanya melebar, menikmati sajian hasil lukis calon menantu. "Ini belum selesai, Mom!" sahut Tiara pelan. Selalu saja ada perasaan yang kurang saat ia memulai lukis. Entah apa itu, ia sendiri tak yakin. Hanya merasa kurang saja, tak puas. "Sudah bagus begini masih belum selesai? Wow ternyata calon menantu kesayangannya Mommy seorang pel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN