Rayyan mengantar Tiara sampai depan kamar. Sejak tadi senyuman tak pernah lepas dari raut wajah tampannya. Membuat Tiara sedikit bergidik juga khawatir. "Are you oke, honey?" tanya Tiara. Tangannya meraba kening Rayyan. Dibalas senyum menyeringai lelaki itu. "Apa seh, senyum-senyum terus dari tadi? Aku istirahat ya! Bye!" Tiara gegas menutup daun pintu. Tak ingin menatap wajah kekasihnya yang mulai terasa mengerikan. "Wait!" Rayyan menahan daun pintu. tak membiarkan tertutup. "Ap--apa?" Rayyan mendorong pintu, membuat Tiara tersurut mundur. Tatapan mata kekasihnya tampak berbeda, masih dengan senyum, juga seringai yang mencurigakan. Pintu ditutup dari dalam kamar, tuas kunci diputar. Tiara benar-benar melongo, tak paham arah jalan pikiran Rayyan. Apakah lelaki itu akan menuntut sesu

