Tiara turun dari boncengan motor dengan nafas memburu, mata memerah. Amarah di dalam hatinya terasa begitu memuncak. Gadis itu kini tengah berada di depan gerbang Alexa. Mengetuk kasar pagar yang masih terkunci rapat karena hari masih siang. “Apaan Lu, ribut-ribut di sini? Pergi sana! Jangan cari masalah!” Seorang penjaga bertubuh kekar menghadang pagar, tanpa berniat membukakan sama sekali. Kali ini bukan Bimo yang berjaga. Mungkin algojo tersebut sedang bertugas di tempat lain, atau sedang menikmati cuti. “Om, tolong buka pagarnya! Saya mau masuk! Mau ketemu Tante Mira!!” jerit Tiara tak sabaran. Danu yang belum turun dari motor, menatap Tiara penuh cemas. Berkali-kali menghela nafas kasar menyaksikan keras kepala gadis bertubuh mungil yang terus mengedor pagar, meminta dibukakan dar

