“Ra!” Rayyan turun dari mobil langsung memburu ke tempat Tiara berdiri. Gadis itu menatapnya dengan tatapan sendu, dibibirnya tergores seulas senyum yang malah nampak mengerikan bagi Rayyan. Seolah mengerti itu adalah senyum palsu, tidak sesuai dengan keadaan hati gadis itu yang sebenarnya. Senyum itu terasa terlalu dipaksakan. “Kamu kemana aja, Ra! Apa yang terjadi?” Rayyan memeluk Tiara begitu erat. Seperti tidak rela untuk lepas. Setidaknya setelah hari-hari berat yang ia lalui. Keadaan orang rumah yang nampak aneh, membuatnya tak nyaman dirumah. Ditambah dengan menghilangnya Tiara tanpa kabar. “Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu khawatir, Ray. Aku hanya butuh waktu sendiri,” bisik Tiara pelan. Rayyan melepaskan pelukan, menatap kekasihnya dengan seksama. Memeriksa gadis itu dari uj

