Rindu yang menyesakkan

1739 Kata

Rayyan membuka jendela kamar villa yang ia sewa. Menyapukan pandangan ke sekitar taman. Menikmati pemandangan alam yang hijau nan asri dari jendela kamar. Beberapa kuntum bunga bermekaran, menebarkan semerbak harum wewangian. Kupu-kupu saling berkejaran, bercanda sambil menyantap nektar dari benang sari yang terhampar. Para lebah pun tak mau kalah. Saling berdengung dalam kepakan sayap demi menghasilkan sesuatu yang bisa mereka bawa ke sarang. Kata orang, kembali ke alam dapat membuat pikiran kembali segar. Nyatanya tidak dengan Rayyan. Masih saja merasa pilu dan sendu d iantara semua keindahan alam yang terpampang sepanjang mata memandang. Rasanya sia-sia ia merogoh kantong lebih dalam demi sajian penyegar mata. Tapi tak mampu menyegarkan hati dan pikiran. Di mana kamu, Ra? Seandainya k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN